Equityworld Futures Semarang – Harga logam mulia emas terus bergerak mendekati US$ 1.800 per troy ons. Perkembangan pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) yang memburuk terus mendorong harga aset safe haven ini naik lebih tinggi.

Equityworld Futures Semarang : Menghitung Waktu, Emas Selangkah Lagi ke Level US$ 1.800/Oz

Peningkatan kasus infeksi virus corona di berbagai negara masih harus terus dipantau. Sudah lebih dari 10,3 juta orang di dunia dinyatakan positif terinfeksi virus berbahaya itu. Lebih dari 500 ribu nyawa orang di dunia melayang jadi korban keganasan sang virus.

AS masih menjadi negara dengan jumlah kasus terbanyak di dunia dengan total tak kurang dari 2,6 juta orang dinyatakan mengidap Covid-19. Penasihat Kesehatan Gedung Putih Dr. Anthony Fauci memperingatkan bahwa pertambahan jumlah kasus di AS bisa sangat mengerikan dengan 100 ribu kasus per hari.

Negeri Adidaya tersebut kini melaporkan lebih dari 40 ribu kasus baru setiap harinya. Hampir dua kali lipat dari 22,8 ribu pada pertengahan Mei lalu. Lonjakan kasus paling banyak dilaporkan di bagian selatan dan barat. Fauci mengatakan 50% dari total kasus baru berasal dari empat negara bagian : Florida, California, Texas dan Arizona.

“Saya tidak bisa membuat prediksi yang akurat tetapi ini akan menjadi sangat mengganggu” kata Fauci kepada senator saat audiensi dengan komite senat bidang kesehatan, pendidikan, tenaga kerja dan pensiunan.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

“Kita sekarang punya lebih dari 40 ribu kasus baru per harinya. Saya tidak akan terkejut jika angkanya naik ke 100 ribu per hari jika tak ada pembalikan arah, sehingga saya sangat prihatin,” tambahnya, mengutip CNBC International.

Kekhawatiran bahwa lockdown akan kembali diterapkan dan ekonomi menjadi semakin terpuruk membuat minat terhadap logam mulia emas semakin tinggi. Rabu (1/7/2020) pada 07.45 WIB, harga emas masih mampu menguat meski tipis 0,05% ke US$ 1.781,59/troy ons.

Kemarin harga bullion naik 0,57% ke US$ 1.780,67 per troy ons. Kini harga emas hanya berjarak US$ 20 dari level US$ 1.800 per troy ons. Melihat kondisi dan fundamental emas, banyak yang optimis level tersebut dapat ditembus.

“Lonjakan harga [emas] disambut dengan ceria dan hampir pasti akan menjadi penutupan yang kuat yang menjadi dasar untuk mendorong harga ke US$ 1.800 dalam waktu singkat.” kata kepala trading derivatif logam dasar dan logam mulia BMO, Tai Wong, sebagaimana diwartakan Reuters.

news edited by Equityworld Futures Semarang