Equityworld Futures Semarang – Perang dagang antara Amerika Serikat ( AS ) dan China harus diwaspadai karena dampaknya terhadap ekonomi dunia termasuk Indonesia.

Equityworld Futures Semarang : Perang Dagang Jadi Peluang RI Tarik Dana Investor Asing

“Karena itu Indonesia perlu mengantisipasi perang dagang yang terjadi antara dua kekuatan ekonomi dunia, Amerika Serikat melawan China ini. Karena di antara efeknya adalah turunnya volume perdagangan dunia secara umum,” tutur Sugeng, Deputi Gubernur Bank Indonesia saat diskusi terarah dengan para akademisi Universitas Jember di gedung rektorat, Sabtu ( 29/6/2019 ).

Ia menuturkan, salah satu dibuktikan dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi di pusat-pusat ekonomi antara lain kawasan Eropa, Asia, Amerika Serikat dan China.

Sedangkan salah satu imbasnya lagi bagi Indonesia, banyak harga komoditas global yang menjadi andalan Indonesia seperti minyak sawit ( CPO ), batu bara, tembaga dan lainnya yang harganya turun, hanya harga karet dan timah saja yang naik.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Jika perang dagang yang berkelanjutan ini, lanjut Sugeng, bakal menimbulkan ketidakpastian ekonomi yang merugikan semua pihak. Oleh karena itu, salah satu langkah antisipasi yang diambil diantaranya memperkuat industri manufaktur di dalam negeri.

Meski demikian perang dagang itu, tidak selalu berdampak negatif. Akan tetapi, juga ada dampak positif yang bisa direbut.

“Namun perang dagang juga berarti membuka kesempatan bagi Indonesia. Ada komoditas yang biasanya diekspor oleh China ke Amerika Serikat yang kini dilarang oleh Amerika Serikat, dan sebaliknya. Nah kesempatan seperti ini yang harus kita rebut. Belum lagi dengan potensi dana yang masuk ke Indonesia, karena investor tidak nyaman dengan kondisi perang dagang baik di dalam negeri Amerika Serikat maupun China,” ucap Sugeng yang pernah menjadi kepala perwakilan BI di New York ini.

news edited by Equityworld Futures Semarang