Equityworld Futures Semarang – Nilai tukar rupiah pada Rabu ini ditutup menguat ke 14.565 per dolar AS, dibandingkan penutupan hari sebelumnya di 14.585 per dolar AS.

Equityworld Futures Semarang : Pilpres AS Bawa Rupiah Ditutup Menguat ke 14.565 per Dolar AS

Pada perdagangan besok rupiah kemungkinan akan dibuka fluktuatif dan menguat 10-70 poin. Namun ditutup menguat sebesar 5-45 point di level 14.515-14.570.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Direktur Eksekutif PT Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi menilai kondisi ini dipicu ketidakpastian hasil pemilu di Amerika Serikat. Sehingga menarik pelaku pasar kembali ke asset bereseiko.

“Dengan hasil Pemilihan presiden sangat seimbang, pasar saat ini terus memantau perkembangan hasil Pilpres yang untuk sementara di menangkan Joe Biden,” kata Ibrahim kepada wartawan, Jakarta, Rabu (4/11/2020).

Joe Biden dari Partai Demokrat telah diprediksi secara luas akan memenangkan suara. Namun, persaingan lebih ketat dari yang diharapkan. Sebab, petahana Donal Trump saat ini unggul di negara bagian Florida yang harus dimenangkan Biden.

Ibrahim menjelaskan negara-negara bagian lain yang menjadi medan pertempuran terlalu dekat untuk dihubungi. Melihat margin kemenangan yang mungkin sempit untuk kedua belah pihak.

Sementara itu kepastian hasil yang jelas mungkin juga membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk diketahui. Sehingga berpotensi menyebabkan gangguan sosial yang parah.

“Pasar yang telah memperhitungkan kemenangan Biden juga telah melihat kemungkinan presiden Demokrat memberikan program stimulus COVID-19 yang besar, sehingga akan membantu memulihkan perekonomian paska Pandemi covid-19,” tutur dia.

Disisi lain, Pasar bersiap untuk kemungkinan hasil pemilihan mungkin tidak menjadi jelas pada hari Rabu. Untuk itu pasar melakukan lindung nilai terhadap risiko pemilihan yang diperebutkan atau proses yang berpotensi diundur saat surat dalam surat suara dihitung.

Dari sisi dalam negeri, menguatnya rupiah juga dipengaruhi oleh Pilpres Amerika Serikat. Sebab Indonesia mempunyai hubungan yang erat sejak negeri Paman Sam itu dipimpin Barack Obama.

Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan kepentingan perdagangan Indonesia-Amerika Serikat tetap membaik. Kemenangan Biden juga akan menjadi penentu nasib hubungan dagang tersebut.

“Ada harapan ekspor Indonesia akan kembali membaik seiring arus perdagangan dunia yang kembali semarak dan kemungkinan perang dagang akan dihentikan baik dengan China maupun Uni Eropa,” kata dia.

news edited by Equityworld Futures Semarang