Equityworld Futures Semarang – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada perdagangan Rabu ini.

Equityworld Futures Semarang : Rupiah Berpotensi Melemah Imbas Pasar Asia

Mengutip Bloomberg, Rabu (26/8/2020), rupiah dibuka di angka 14.585 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.649 per dolar AS.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.585 per dolar AS hingga 14.640 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 5,59 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.636 per dolar AS, melemah tipis jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 14.632 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu, mengatakan sentimen positif dari kenaikan indeks saham AS semalam sepertinya mendapatkan perlawanan pagi ini.

“Reaksi pasar terlihat negatif di awal pembukaan pasar Asia pagi ini. Rupiah berpotensi melemah mengikuti sentimen tersebut,” ujar Ariston seperti dikutip dari Antara, Rabu (26/8/2020).

Menurut Ariston, pasar masih skeptis dengan kelanjutan kesepakatan dagang AS-China fase satu karena hubungan politik yang masih memanas di antara keduanya.

“Namun di sisi lain, dolar AS juga mendapatkan tekanan karena data survei tingkat keyakinan konsumen AS untuk bukan Agustus yang dirilis semalam jauh di bawah data bulan sebelumnya,” kata Ariston.

Indeks keyakinan konsumen AS turun ke level 84,8 di Agustus, turun tajam dari level 91,7 dari bulan sebelumnya, dan jauh dari estimasi konsensus yang memperkirakan akan naik ke 93.

Turunnya keyakinan konsumen berhubungan dengan hilangnya subsidi 600 dolar AS per minggu kepada masyarakat di AS.

“Pasar juga menunggu pidato gubernur bank sentral AS di acara pertemuan para pejabat bank sentral dunia pekan ini, yang mungkin dovish atau pesimis mengenai kondisi ekonomi di AS,” ujar Ariston.

news edited by Equityworld Futures Semarang