Equityworld Futures Semarang – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak menguat tipis pada perdagangan Kamis ini. Analis memperkirakan rupiah akan bergerak melemah di kisaran 14.000 per dolar AS sampai 14.030 per dolar AS.

Equityworld Futures Semarang : Rupiah Berpotensi Melemah Usai IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi

Mengutip Bloomberg, Kamis (25/7/2019), rupiah dibuka di angka 13.990 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 13.997 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah terus menguat ke 13.984 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 13.975 per dolar AS hingga 13.991 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah menguat 2,82 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 13.986 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan patokan sehari sebelumnya yang ada di angka 14.011 per dolar AS.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi lima negara ASEAN oleh IMF disebabkan ekonomi dan perdagangan global yang diperkirakan melambat.

“Perang dagang AS-China dan Brexit dengan tanpa kesepakatan membuat volume perdagangan dunia akan turun, begitu pun pertumbuhan ekonomi juga akan melambat,” ujar Lana dikutip dari Antara.

IMF dalam Laporan edisi Juli 2019 memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi lima negara ASEAN yaitu Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Filipina, untuk tahun 2019 sebesar 5 persen dari sebelumnya 5,1 persen dan untuk tahun 2020 dari 5,2 persen menjadi 5,1 persen, dengan pertimbangan melambatnya pertumbuhan ekonomi global.

IMF memperkirakan ekonomi global tumbuh 3,2 persen di tahun 2019 dan membaik di tahun 2020 menjadi 3,5 persen, walaupun kedua proyeksi tersebut merupakan revisi turun dari proyeksi sebelumnya.

Lana memperkirakan hari ini secara teknikal rupiah akan bergerak melemah di kisaran 14.000 per dolar AS sampai 14.030 per dolar AS.

news edited by Equityworld Futures Semarang