Equityworld Futures Semarang – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpeluang menguat pada perdagangan Selasa pekan ini. Meski demikian, rupiah masih tertekan mendekati 15.000 per dolar AS.

Equityworld Futures Semarang : Rupiah Berpotensi Menguat Dipengaruhi Stimulus AS

Mengutip Bloomberg, Selasa (29/9/2020), rupiah dibuka menguat di angka 14.875 per dolar AS, menguat tipis jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.900 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah malah tertekan ke 14.915 per dolar AS.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Sejak pagi hingga pukul 10.30 WIB, rupiah bergerak di kisaran 14.872 per dolar AS hingga 14.915 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 7,57 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.920 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 14.959 per dolar AS.

Dikutip dari Antara, Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa, mengatakan rupiah kemarin mendapatkan tekanan karena kekhawatiran pasar terhadap perlambatan pemulihan ekonomi di Indonesia.

“Kekhawatiran ini masih bisa menjadi sentimen negatif untuk pergerakan rupiah hari ini,” ujar Ariston.

Tapi di sisi lain, lanjut Ariston, dolar AS yang mulai tertekan sejak kemarin bisa menjadi pendorong penguatan rupiah terhadap dolar AS.

Menurut Ariston, pelemahan dolar AS dipicu oleh kelanjutan rencana stimulus paket dua AS dengan proposal terbaru senilai 2,2 triliun dolar AS dari Partai Demokrat yang akan dirundingkan dengan Partai Republik.

“Stimulus AS ini akan membantu pemulihan ekonomi di AS dan memberikan sentimen positif ke pasar aset berisiko,” kata Ariston.

Ia menambahkan rupiah berpotensi berbalik menguat bila sentimen pelemahan dolar AS berlanjut.

news edited by Equityworld Futures Semarang