Equityworld Futures Semarang – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada perdagangan Selasa ini. Penguatan rupiah di tengah konflik antara Iran dengan AS.

Equityworld Futures Semarang : Rupiah Menguat di Tengah Ketegangan Iran dan AS

Mengutip Bloomberg, Selasa (7/1/2019), rupiah dibuka di angka 13.934 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 13.944 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah terus menguat ke 13.895 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 13.895 per dolar AS hingga 13.935 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 0,21 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 13.919 per dolar AS, menguat jika dibanidngkan dengan patokan sehari sebelumnya yang ada di angka 13.961 per dolar AS.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak menguat di tengah ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

“Rupiah mungkin bisa menguat ke arah support hari ini karena tidak adanya eskalasi di Timur Tengah dan penasehat gedung Putih meralat ucapan Trump soal penyerangan ke situs budaya Iran bila Iran membalas serangan AS,” kata Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra dikutip dari Antara.

Ariston menuturkan para pelaku pasar juga menganalisa bahwa Iran tidak mungkin menyerang basis AS di Timur Tengah yang bisa menganggu ekspor minyak mentahnya.

Harga minyak dunia sendiri diperkirakan cenderung menguat menyusul memanasnya hubungan AS dengan Iran. Hubungan kedua negara merenggang usai militer AS membunuh seorang komandan senior Iran, yang memicu kekhawatiran mengganggu produksi energi di wilayah tersebut.

Muncul konflik baru AS dengan Iran akan semakin menambah daftar panjang ketidakpastian ekonomi global. Di mana sebelumnya AS lebih dulu mengerem laju pertumbuhan global akibat perang dengan China.

news edited by Equityworld Futures Semarang