Equityworld Futures Semarang – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menyentuh Rp 16.000 per dolar AS beberapa waktu belakangan. Sejumlah pihak menghubungkan kondisi saat ini dengan yang terjadi pada 1998 di mana posisi mata uang Garuda saat itu juga tembus ke Rp16.000.

Equityworld Futures Semarang : Rupiah Tembus 16.000 per USD, Ini Bedanya dengan Krisis 1998

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, kondisi Rupiah saat ini dengan 1998 berbeda. Sebab, saat krisis dulu Rupiah beranjak dari Rp2.500 ke Rp16.000 per USD atau hampir sekitar 8 kali nilai tukar dalam negeri.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

“Bahwa kalau dulu Rp16.000 itu dari Rp2.500 ke Rp16.000 hampir 8 kali lipat. Sementara Rp16.000 sekarang adalah dari Rp13,800. Tingkat pelemahannya sekitar 12 persen tapi jauh dari kondisi jaman dulu,” ujar Perry di Jakarta, Kamis (26/3).

Perry melanjutkan, kondisi perbankan saat ini juga sangat jauh berbeda dengan jaman dahulu. Di mana perbankan sudah lebih kuat dan tahan terhadap berbagai gempuran.

“Ingat juga bahwa perbankan kita jauh lebih kuat. Perbankan di seluruh dunia juga lebih kuat. Untuk Indonesia NPL sebelum Covid-19 rendah 2,5 persen secara gross 1,3 persen secara netto,” jelasnya.

Dia menambahkan, langkah pemerintah untuk menjaga ekonomi juga berbeda dengan saat masa krisis. Pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan serta Lembaga Penjamin Simpanan terus berupaya menjaga agar ekonomi Indonesia tetap stabil.

“Langkah ekonomi kita juga cukup baik. Baik fiskal, moneter maupun SSK cukup baik tapi seluruh dunia mengalami kepanikan. Kita harus menghadapi bagaimana kepanikan pasar keuangan global,” jelasnya.

news edited by Equityworld Futures Semarang