Equityworld Futures Semarang – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan di awal pekan ini. Nilai tukar rupiah melemah dibayangi sentimen negatif dari eksternal. .

Equityworld Futures Semarang : Serangan Terhadap Aramco Bikin Rupiah Melemah

Mengutip Bloomberg, Senin (16/9/2019), rupiah dibuka di angka 13.996 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 13.966 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah terus melemah ke 14.042 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.990 per dolar AS hingga 14.054 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah masih menguat 2,43 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.020 per dolar AS. melemah jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 13.950 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah melemah dibayangi sentimen negatif dari eksternal. “Pelemahan rupiah karena ada faktor geopolitik, terkait dengan serangan terhadap Aramco,” kata analis Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto dikutip dari Antara.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Kelompok gerilyawan Yaman yang bersekutu dengan Iran, Al-Houthi, pada Sabtu (14/9) menyerang dua instalasi minyak Arab Saudi, Aramco, termasuk instalasi terbesar pemrosesan minyak di dunia, sehingga menyulut kebakaran.

Peristiwa tersebut terjadi setelah serangan lintas-perbatasan terhadap instalasi minyak Arab Saudi dan tanker minyak di perairan Teluk.

“Selain itu, rupiah juga dipengaruhi oleh arah kebijakan moneter, baik di negara maju maupun di negara-negara berkembang,” ujar Rully.

Sementara itu, dari dalam negeri, neraca perdagangan Agustus yang diprediksi surplus dapat menjadi sentimen positif bagi nilai tukar.

“Kami prediksi surplus tapi relatif kecil, sekitar 80-90 juta dolar. Pasar ekspektasinya di atas USD 100 juta,” kata Rully.

news edited by Equityworld Futures Semarang