Equityworld Futures Semarang – Saat kondisi ekonomi global goyah, nyatanya emas bukan satu-satunya logam mulia yang berkilau sendiri. Dibandingkan emas, perak malah lebih kinclong karena cuan yang diberikan jauh lebih banyak dari emas.

Equityworld Futures Semarang : To The Moon ! Cuan Perak Kalahkan Kemilau Emas 2 Tahun Ini

Era kejayaan emas dimulai ketika duo raksasa ekonomi global terlibat dalam duel dagang. Amerika Serikat (AS) sebagai Negeri Adikuasa mulai menabuh genderang perang dagang dengan mitranya, China pada 2018.

Tak terima atas penerapan bea masuk produk impor asal China yang nilainya ratusan miliar dolar AS, Negeri Tirai Bambu melakukan aksi yang sama sebagai balasan (retaliasi).

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Ekonomi global pun goyang, isu resesi pun berhembus. Volume perdagangan melambat, begitu juga dengan output perekonomian. Bank Dunia mencatat pada 2018 PDB global masih mampu tumbuh 3%. Tahun lalu pertumbuhannya melambat menjadi 2,5% saja.

Di sepanjang 2019, harga emas spot menguat 18% akibat minat investor terhadap aset safe haven tersebut. Daya tarik emas semakin kuat ketika pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) merebak.

Dalam sejarah umat manusia, pandemi telah terjadi berkali-kali. Namun di era modern, resesi global sebesar ini baru terjadi sekarang dan penyebabnya adalah virus nanoskopik yang menyerang sistem pernapasan manusia.

Selain membuat output terkontraksi, Covid-19 juga menjadi pemantik makin memanasnya hubungan AS-China. Bentrok keduanya kini sudah mulai merambat ke berbagai lini mulai dari perdagangan, hak asasi manusia, teknologi, hingga kedaulatan wilayah.

Di sisi lain, pemangkasan suku bunga yang agresif, injeksi likuiditas secara masif ke sistem keuangan oleh bank sentral membuat risiko inflasi tinggi di masa depan menjadi ancaman. Emas sebagai aset lindung nilai pun mendapat berkahnya.

Sepanjang tahun ini, harga emas telah naik 33,75%. Harga emas bahkan sampai mencatatkan reli tanpa interupsi dalam sembilan pekan terakhir. Kenaikan yang fantastis tentunya, apalagi jika ditambah dengan penguatan yang terjadi tahun lalu. Dalam dua tahun terakhir harga emas telah naik 67,5%.

Sebuah kinerja yang impresif ketika melihat apresiasi saham di Wall Street hanya sebesar 18% saja. Namun ternyata ada aset lain yang kinerjanya jauh lebih impresif dari emas.

Aset tersebut masih satu golongan dengan emas. Jawabannya adalah perak. Kenaikan harga emas membuat harga perak juga ikut terbang. Namun terbangnya jauh lebih tinggi. Secara year to date, harga perak melesat 57%.