Equityworld Futures Semarang – Setelah reli tak terbendung dan mencatatkan level tertinggi dalam 7 tahun, akhirnya harga emas diterpa aksi ambil untung sehingga mengalami koreksi pada perdagangan pagi ini.

Equityworld Futures Semarang : Usai Cetak Rekor Tertinggi 7 Tahun Harga Emas Turun, Ada Apa ?

Pada perdagangan hari kedua pekan ini, Selasa (25/2/2020) harga emas di pasar spot mengalami penurunan 0,29% ke level US$ 1.655,53/troy ons. Harga emas sempat mencetak rekor tertingginya di tahun ini dan dalam 7 tahun terakhir di level US$ 1.660,43/troy ons kemarin.

Karena harga sudah terlalu tinggi dan rekor sudah tercapai, investor tergoda untuk mencairkan cuan yang sudah terakumulasi. Sejak awal tahun hingga penutupan perdagangan kemarin, harga emas sudah naik 9,5%. Di sepanjang tahun 2019 harga emas mencatatkan kenaikan sebesar 18%.

Harga emas boleh turun, tapi tak banyak karena masih ada risiko terkait wabah virus corona. Pasar masih dibayangi oleh isu merebaknya virus corona yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, China bagian tengah. Sudah hampir dua bulan menjangkiti, virus yang diberi nama COVID-19 ini tak kunjung menunjukkan tanda-tanda dapat dijinakkan.

Virus yang menular dan mematikan ini terus menelan korban setiap harinya. Berdasarkan data John Hopkins University CSSE, sampai dengan hari ini sudah ada 80.146 kasus orang terinfeksi COVID-19 secara global. Jumlah korban meninggal mencapai 2.699.

Walau jumlah kasus baru yang dilaporkan di China jumlahnya menurun. Namun beberapa waktu terakhir ini terjadi lonjakan kasus di luar China terutama di Korea Selatan, Italia dan Iran. Di Korea Selatan sudah ada 893 orang yang terjangkit virus mematikan ini dengan 8 orang dinyatakan meninggal dunia.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Sementara di Italia ada 229 kasus infeksi virus corona dengan 7 orang dilaporkan meninggal dunia. Di Iran ada 61 kasus dilaporkan telah terinfeksi COVID-19. Jumlah korban meninggal di Iran merupakan yang paling banyak dibanding Korea Selatan dan Italia yaitu mencapai 12 orang.

Melihat virus yang semakin meluas, investor melihat adanya kenaikan peluang bank sentral Eropa akan memangkas suku bunga acuan lebih cepat karena dikhawatirkan virus corona ini akan memukul perekonomian zona Euro.

Beralih ke Amerika, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan adanya wabah corona yang saat ini merebak tak akan berdampak secara material pada kesepakatan dagang fase I antara AS dan China.

Terkait dengan kemungkinan apakah bank sentral AS, The Fed akan kembali memangkas suku bunga acuan kembali direspons oleh Presiden The Fed Cleveland Loretta Mester pada Senin Kemarin.

“Ekonomi AS akan terus tumbuh dengan baik tahun ini dengan tingkat suku bunga acuan sudah berada di posisi yang tepat walau ada risiko dari penyebaran virus corona” katanya melansir Reuters.

news edited by Equityworld Futures Semarang