Setelah meneliti lebih dari 26 inti es dari benua Antartika, peneliti berhasil menemukan fakta penguat letusan gunung terkuat dalam sejarah manusia. Dan gunung itu bukanlah Tambora, tapi gunung lain yang masih berada di Indonesia.

Para peneliti DRI yang dipimpin oleh Michael Sigl dan Joe McConnell meneliti jumlah zat sisa sulfur dioksida yang berada pada inti es yang terkubur di Antartika, tepatnya dari 19 tempat yang berbeda.

Hasilnya menunjukkan bila sisa sulfur dioksida paling banyak berasal dari sebuah gunung yang berada di pulau Lombok, yang kini lebih dikenal dengan gunung Rinjani. Sebelumnya gunung lain di daerah Meksiko juga ditengarai sumber dari abu tersebut, tetapi sampel yang paling mengindikasi letusan besar pada abad 13 adalah leluhur gunung Rinjani.

Dahulu gunung Rinjani diketahui merupakan sebuah gunung raksasa bernama Samalas yang meletus pada tahun 1257. Letusan dari gunung Samalas juga berkontribusi dalam perubahan iklim dunia karena mengeluarkan aerosol sulfat yang bisa memantulkan cahaya matahari dalam jumlah yang besar.

Hingga saat ini, ledakan yang diperkirakan mampu melontarkan 40 kilometer kubik batuan panas hingga lebih dari 40 kilometer ke langit itu menyisakan kaldera yang berubah menjadi danau Segara Anak dengan gunung Rinjani di tengahnya.

Bila letusan gunung Samalas berada di posisi pertama, di posisi kedua ada gunung Kuwae di daerah kepulauan Pasifik tahun 1452 dan gunung Tambora di tempat ketiga pada tahun 1815