EQUITYWORLD FUTURES – Rencana Pemerintah Singapura untuk memperluas pusat bisnis menjadi peluang bagi pengembang swasta terbesar, Far East Organization (FEO).

Perluasan atau desentralisasi tersebut rencananya akan diarahkan ke wilayah utara Singapura bernama Woodland.

Pengembangan Woodland meliputi pembangunan perkantoran, residensial berupa apartemen, pusat perbelanjaan, stasiun mass rapid transit (MRT) yang akan menjadi koridor Utara-Selatan, dan kereta cepat Johor-Singapura.

Rencana ini akan membuat Woodland menjadi pusat bisnis ketiga, setelah pada 1996 dibuat Tampines Centre, menyusul di wilayah timur yakni Jurong Lake District pada 2008.

EQUITYWORLD FUTURES  : Hal itu tentunya dijadikan kesempatan bagi FEO untuk membangun proyek perkantoran dan residensial bernama Woods Square.

“Woodland kami pilih karena selain karena masuk ke dalam masterplanbaru pemerintah tetapi juga beberapa infrastruktur yang sudah dan akan dibangun seperti MRT Thomson East Coast Line dan kereta cepat Johor-Singapura,” jelas Executive Director Property Sales Business Group & Corporate Affairs FEO Augustine Tan, di Singapura, Selasa (26/7/2016).

Woods Square yang dibangun di atas lahan seluas 30 hektar dengan waktu kepemilikan hingga 99 tahun sesuai peraturan Pemerintah Singapura dua menara perkantoran dan dua menara small office loft office (SOLO).

Ridwan Aji Pitoko/Kompas.comSalah satu contoh unit SOHO di Woods Square.

Tower I setinggi 16 lantai dan tambahan satu sky deck rencananya akan dijual, sedangkan Tower II setinggi 12 lantai sebagian disewakan dan sebagian lagi akan digunakan sebagai kantor pusat FEO di Singapura.

“Kami optimistis sebanyak 365 unit Tower I dan 101 unit SOLO bisa terjual habis secepatnya karena ini merupakan perkantoran, dan residensial pertama di Woodland,” jelas Tan.

Selain itu, faktor lainnya menurut Tan yang membuat Woods Square menjadi proyek unggulan FEO adalah karena Woodland bakal menjadi salah satu pusat transformasi di Singapura.

Kedua, lanjut Tan, Woodland akan menjadi pintu masuk dari arah utara atau Johor di Malaysia dan terakhir terhubung sarana transportasi berupa MRT sehingga siapa pun yang bekerja di Woodland akan nyaman dan dekat dengan tempat kerjanya.

Jika Tower I ditargetkan menyasar kantor-kantor perusahaan besar, lain halnya dengan dua menara SOLO Woods Square yang lebih ditargetkan untuk bisnis-bisnis kelas medium tetapi terus berkembang dengan fasilitas hunian.

Masing-masing SOLO akan dibangun setinggi 4 lantai dengan SOLO I terdiri dari 49 unit dan SOLO II sebanyak 52 unit.

Kedua Tower SOLO dan dua menara perkantoran belum dibanderol harga karena masih baru akan diluncurkan pada akhir minggu ini.

FEO menargetkan Woods Square bisa selesai pada 2021 bersamaan dengan pembangunan infrastruktur untuk pengembangan wilayah Woodland. – Equity world Futures