EQUITYWORLD FUTURES – Festival yang menghadirkan berbagai kuliner daerah menjadi daya tarik bagi para pengunjung. Hal tersebut diakui sebagai salah satu cara ampuh melepas kerinduan terhadap kuliner tanah kelahiran. Pengakuan itu diungkapkan oleh salah satu pengunjung Festival Jajanan Bango 2015 asal Sulawesi Selatan, Sarwa di Plaza Barat Senayan, Jakarta.

“Tujuan pertama datang ke festival ini adalah makan Coto Makassar. Ke sini juga salah satunya untuk mengobati rasa rindu terhadap makanan Makassar,” kata Sarwa kepada KompasTravel saat ditemui di Festival Jajanan Bango di Jakarta, Minggu (14/6/2015).

Datang bersama anak dan suami, Sarwa mengaku dalam sebulan makan Coto Makassar sebanyak dua kali. Ia mengatakan tempat yang biasa dikunjungi untuk menikmati makanan berkuah asli Makassar ini adalah di Senen dan Kemang.

“Saya baru pertama kali ke festival ini. Gak mau ketinggalan lagi seperti tahun sebelumnya. Ini kesempatan juga buat ngenalin makanan daerah ke anak,” tutur wanita kelahiran Soroako ini.

Pada kesempatan pertama kali ini, Sarwa mengatakan rasa Coto Makassar yang ia cicipi terasa enak. Namun ia tak dapat menjelaskan bagaimana sensasi yang dirasakan. Yang terpenting bagi Sarwa adalah telah mendapat obat kerinduan terhadap kuliner dari tanah kelahirannya.

“Duh, bagaimana ya? bingung jelasinnya. Pokoknya rasanya enak. Yang penting bisa mencicipi coto (makassar),” katanya.

Soal ketupat, lanjutnya, biasanya jika ia makan Coto Makassar baik di Makassar maupun di Jakarta, Sarwa kerap menambah porsi. Untuk kali ini ia harus menahan kerinduan untuk dapat melakukan kebiasaannya.

“Ketupatnya udah diporsiin. Padahal mau nambah tapi gak bisa beli satuan. Sayang deh. Ha..Ha..Ha,” cetusnya sambil tertawa.

Coto Makassar adalah kuliner tradisional daerah Sulawesi Selatan yang berisi potongan-potongan jeroan -isi perut- sapi yang direbus dengan waktu yang lama. Potongan-potongan jeroan dengan daging sapi diiris-iris kemudian dibumbui dengan racikan khusus. Coto Makassar biasa disantap dengan ketupat.