Setelah kemarin fosil dari sebuah dinosaurus bersayap empat ditemukan, kini para ahli Paleontologi menemukan sebuah fosil pemangsa lautan yang diklaim lebih ‘bodoh’ dari mangsanya.

Fosil predator laut yang diperkirakan berumur 520 juta tahun ini ditemukan di daratan China dalam kondisi yang cukup sempurna. Pola-pola tubuh dari predator keluarga Anomalocarid ini hidup pada masa Cambridian, ketika kebanyakan kehidupan masih sangat sederhana dan banyak terdapat di lautan, seperti alga dan ubur-ubur.

Pada masa Cambridian, banyak makhluk hidup yang mengalami evolusi besar-besaran dengan mulai memunculkan mata, kaki, hingga rangka luar. Oleh sebab itu, anggota keluarga predatorAnomalocarid dengan nama spesies Lyrarapax unguispinus itu sudah memiliki mata majemuk, rangka luar, serta dua buah taring untuk menangkap mangsa.

Salah satu penemuan yang cukup menggembirakan adalah terlihatnya pola sistem saraf yang tercetak cukup jelas di fosil berukuran tidak lebih dari 15 centimeter itu. Berdasarkan penelitian sementara, predator yang mirip dengan lobster itu memiliki kesamaan sistem saraf dengan cacing beludru yang ada saat ini.

Perbandingan jaringan saraf cacing beludru (kiri) dan Lyrarapax unguispinus

Perbandingan sel saraf cacing beludru dan predator laut

Menariknya, peneliti dari Universitas Arizona, Nicholas Strausfeld, mengungkapkan bila salah satu predator puncak ini sejatinya memiliki ‘otak’ lebih sederhana dari mangsanya yang kebanyakan berupa binatang mirip cacing.

Otak yang dimaksud oleh Strausfeld sebenarnya hanya terdiri dari jaringan saraf sederhana yang memanjang dari kepala depan ke sungut-sungut yang menjadi capitnya, Arstechnica (17/07).