Sebuah foto memperlihatkan sekelompok tentara China sedang makan mi instan seharusnya bisa membangkitkan rasa kebanggaan nasional, tapi rupanya foto itu malah menimbulkan kemarahan sehingga dua kantor berita nasional harus meminta maaf kepada publik.

Sekelompok tentara itu adalah bagian dari tim penyelamat di Provinsi Yunan untuk membantu wilayah kena gempa yang merenggut lebih dari 600 jiwa hingga hari ini. Di foto itu terlihat para tentara harus memasak mi instan mereka dengan air lumpur, seperti dilansir BBC, Jumat (8/8).

Namun foto dipublikasikan ke khalayak itu menuai kontroversi. Sejumlah warga pengguna media sosial Weibo di China bereaksi dengan mengkritik pemerintah.

“Ke mana perginya uang warga yang sudah bayar pajak?” Bagaimana dengan anggaran pengeluaran militer yang begitu besar?” tanya salah satu pengguna media sosial.

“Jika ini terjadi di dalam sistem demokrasi, seseorang harus mundur,” kata warga lain.

Kejadian ini cukup mempermalukan pemerintah China dalam dua hal. Pertama, militer China terlihat tidak terorganisir dengan baik. Kedua, dua kantor media pemerintah yang menjadi mesin propaganda selama ini seolah tidak tersentuh.

Khawatir atas reaksi warga di media sosial, pihak Global Times yang mempublikasikan foto itu segera mengeluarkan cerita sebenarnya dengan mengatakan para tentara itu sebetulnya memiliki persediaan air bersih. Sedangkan Radio Nasional China menyatakan para tentara itu memang makan mi lumpur dan wartawan mereka yang meliput juga makan mi yang sama.

Akhirnya kedua media itu menyatakan dua cerita itu sama-sama benar. Tentara punya persediaan air bersih tapi memilih makan mi dengan air lumpur karena warga lokal sudah menyiapkan makanan itu.