Gagal mendapat jatah kursi di dewan periode 2014-2019, Ketua DPD Partai Hanura Jawa Timur, Kuswanto mundur dari jabatannya, dan memilih menjadi dosen. Pada Pileg 2014 lalu, Kuswanto bertarung di Dapil 8 Jawa Timur, yaitu Mojokerto-Jombang-Nganjuk-Madiun.

Politisi asal Sidoarjo ini mengaku ingin meninggalkan panggung politik karena ingin lebih berkonsentrasi di dunia pendidikan sebagai dosen pasca-sarjana di Undar Jombang dan menempa generasi-generasi muda.

?”Kebetulan Rektor Undar, KH Mudjib Musta’in adalah teman lama saya dan menawari jadi dosen. Beliau ingin saya ikut membantu membesarkan Kampus Undar. Agar dapat bekerja profesional dan total, maka saya putuskan untuk mengundurkan diri dari Hanura dan menjadi dosen di sana,” aku Kuswanto saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (16/9).?

Pertimbangan lain, Kuswanto mengakui, saat ini dunia perpolitikan Tanah Air, makin rumit dan penuh persaingan. “Persaingannya antar Parpol sekarang begitu bebas dan ketat. Karena itu, seorang politisi harus memiliki akhlak yang baik untuk membenahi perpolitikan kita,” katanya.

Atas pertimbangan itulah, Kuswanto mengaku lebih memilih menerima tawaran Kiai Mudjib sebagai dosen di Undar, untuk memperbaiki akhlak para generasi muda. “Seorang politisi tidak hanya dituntut pandai berdiplomasi, tapi akhlaknya juga harus baik. Karena itu, saya lebih memilih jalur sebagai dosen untuk memperbaiki akhlak para generasi muda kita,” ucapnya.

“Saya berharap, ke depan, generasi muda kita dapat bersaing dengan negara lain dan mampu menjadi politikus-politikus andal,” lanjut pria yang belum lama ini, menerima gelar doktor bidang hukum di Uiversitas Airlangga (Unair) Surabaya itu, berharap.

?Terpisah, Sekretaris DPD Partai Hanura Jawa Timur, Sudjatmiko membenarkan kalau Kuswanto memang telah mengajukan surat pengunduran diri ke DPP sebagai Ketua DPD Partai Hanura Jawa Timur.

“Memang Pak Kus (Kuswanto) sudah pamit kepada kita. Yang bersangkutan telah resmi mengundurkan diri. Katanya, Pak Kus ingin konsentrasi sebagai dosen di Fakultas Hukum Undar Jombang,” akunya.

Dan sebagai gantinya, lanjut Sudjatmiko, DPP Partai Hanura menunjuk Wabendum DPP Partai Hanura, Setiya Prijono sebagai Plt Ketua DPD Partai Hanura Jatim.

“Surat tentang pengangkatan itu bernomor: SKEP/476/DPP-Hanura/IX/2014, yang ditandatangani langsung oleh Ketum DPP Partai Hanura, Pak Wiranto dan Sekjen DPP Partai Hanura, Dossy Iskandar,” lanjut Sudjatmiko.

Sekedar informasi, di Pileg 2014 ini, Partai Hanura gagal membesarkan partai besutan mantan Menpangab, Jendral (Pur) TNI, Wiranto di Jawa Timur. Bahkan, Kuswanto juga dinilai gagal mempertahankan empat jatah kursi di DPRD Jawa Timur, yang didapat Hanura pada Pileg 2009 silam. Pada Pileg 2014 ini, Hanura hanya mendapat jatah dua kursi di Jawa Timur.