Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mengatakan kini telah memiliki sejumlah opsi untuk meredam aksi penolakan warga Kabupaten Batang terkait pembangunan PLTU di wilayah tersebut.

Menurut Ganjar, opsi pertama yang tengah dimatangkan ialah rencana pemindahan lokasi pembangunan PLTU Batang ke daerah lainnya.

“Akan kami pindahkan ke lokasi lainnya. Jadi, bila warga Batang setuju pemindahan itu akan dilakukan secepatnya. Artinya, akan kita lihat apa yang membuat mereka serempak menolak proyek tersebut (PLTU Batang),” kata Ganjar, Jumat (15/8).

Lebih lanjut, Ganjar menguraikan, selama ini masih banyak warga Kabupaten Batang dan sekitarnya tidak setuju bila mega proyek tersebut dibangun di wilayahnya. Alasannya, karena radiasi PLTU yang ditimbulkan bisa mencemari lingkungan sekitar.

Kendati demikian, dia mengaku masih merahasiakan lokasi pemindahan PLTU tersebut. “Yang jelas, kita sudah planning baru untuk hal itu. Tetap akan dipindahkan. Itu plan B kita. Kami mengajak warga Batang bersama belajar mencermati setiap persoalan dengan tenang dan jernih,” kata Ganjar.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kata Ganjar, tidak akan memaksakan rencana pembuatan PLTU di Batang bila ada penolakan dari warga setempat. Namun, dia kembali menekankan, proyek PLTU harus tetap berjalan karena pada 2017 mendatang kebutuhan listrik di tiap daerah Jawa Tengah pasti melonjak tajam seiring bertambahnya jumlah pelaku industri serta kepadatan penduduk.

“Makanya, saya mencoba mengedukasi kepada warga bagaimana solusi terbaik untuk mengatasi lonjakan listrik pada empat tahun ke depan,