Utang yang terus menumpuk hingga mencapai Rp 10 juta lebih, membuat Made Jujur (50), warga Desa Tunjuk, Kabupaten Tabanan, Bali, kehilangan akal sehat. Made Jujur nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di bawah jembatan.

Jembatan yang menghubungkan dua banjar masih dalam satu desa itu sejak siang ini masih ramai didatangi warga. Jenazah yang ditemukan sejak pukul O6.00 WITA, kini sudah dibawa ke RSUD Tabanan untuk dilakukan visum.

Jenazah yang tewas mengenakan baju putih kaos ini, diketahui warga jarang bicara dan dingin. “Kalau jalan berpapasan tidak ada senyumnya. Tapi tidak pernah buat masalah,” papar salah sorang warga yang ngaku satu banjar dengan korban.

Kapolres Tabanan AKBP Dekananto Eko Purwono, saat dihubungi mengaku masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut. “Belum kita temukan sejauh ini adanya tanda-tanda kekerasan dalam mayat korban. Sementara dugaan kita masih bunuh diri. Jenazah masih proses visum,” kata AKBP Purwono, Rabu (1/10).

Informasi awal, korban memang sering pinjam uang tetapi tidak banyak. Itupun untuk nebus obat. “Dia semua dipinjami duit. Banyak warga yang kasih bantuan pinjam uang, katanya kena kencing manis,” ucap salah seoang warga.