EQUITYWORLD FUTURES – Setelah Gerhana Matahari total (GMT) di wilayah Indonesia pada Rabu (9/3/2016), warga dunia akan mengalami kembali fenomena alam serupa pada 1 September 2016 di wilayah Afrika yang melintasi Madagaskar di Samudra Hindia hingga ke beberapa negara.

Gerhana Matahari di Afrika ini berbeda dengan di Indonesia karena yang akan terjadi nanti adalah Gerhana Matahari cincin (GMC).

“Di Benua Afrika akan terjadi Gerhana Matahari cincin,” kata Hasan Arif, staf Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo, Kamis (10/3/2016).

Gerhana Matahari cincin ini terjadi karena posisi bulan lebih mendekat matahari sehingga diameter bulan tampak lebih kecil dibandingkan saat terjadi Gerhana Matahari total.

“Jadi sinar matahari tidak tertutup sempurna oleh bayangan bulan, gerhana akan terlihat menyerupai cincin api,” jelas Hasan Arif.

Setelah GMC di Afrika, Gerhana Matahari total juga akan terjadi pada 21 Agustus 2017 di wilayah Amerika Serikat.

Peristiwa alam ini akan terus menjadi magnet bagi jutaan orang untuk menyaksikannya. Para ilmuwan juga akan melakukan eksperimen dan penelitian terkait fenomena alam yang selalu berulang di berbagai belahan dunia.