EQUITYWORLD FUTURES – Selain mengumumkan Android M, Google juga berbicara tentang sistem operasi Brillo yang sedang mereka garap. Sistem operasi tersebut merupakan turunan dari Android, namun berfungsi sebgai penggerak Internet of Things (IoT).

IoT berarti perangkat-perangkat rumah, seperti lampu atau lemari pendingin, yang dapat terhubung ke internet. Perangkat semacam ini diyakini akan jadi masa depan dunia teknologi.

Penerapan IoT, menurut Senior Vice President Google Sundar Picai, bisa merambah banyak aspek. Misalnya pertanian dengan alat-alat IoT hingga soal pengaturan jadwal bus kota yang terhubung ke internet.

“Kami mengumkan Project Brillo. Ini adalah sistem operasi yang menjadi dasar IoT. Sistem operasi ini merupakan keturunan Android, namun dalam kondisi yang telah diperbarui,” terang Pichai dari atas panggung Google I/O, Kamis (28/5/2015) waktu setempat.

Sebagai pelengkap proyek IoT tersebut, Google juga membuat Weave yang disebut sebagai alat komunikasi antara ponsel dengan perangkat IoT. Menggunakan Weave, perangkat IoT dapat memahami perintah-perintah yang diberikan penggunanya.

“Weave adalah sebuah layer komunikasi yang membuat perangkat bisa saling berkomunikasi dari ponsel, menuju cloud lalu terhubung ke perangkat Brillo milik Anda,” terang Pichai.

“Misalnya, sebuah kamera bisa memahami kata “take a picture“, atau bayangkan sebuah pintu bisa memahami kata Lock dan Unlock. Weave dan Brillo dibuat terpisah, jadi Anda bisa menggunakan Weave pada perangkat yang sudah Anda buat atau menggunakannya dengan Brillo,” tutupnya.