Keamanan internet dewasa ini terus dipertanyakan. Bagaimana tidak, sebuah lembaga keamanan internet dari Amerika baru saja mengumumkan bila salah satu grup hacker kriminal berhasil menjadi salah satu pengumpul data ilegal internet terbesar di dunia.

Lembaga yang bernama ‘Hold Security’ telah menyatakan berhasil menemukan sebuah komplotan hacker tidak dikenal dari Rusia yang sanggup melakukan peretasan hingga 45 miliar kali selama tahun 2014 ini.

Hold Security lewat situs resminya telah mengonfirmasi bila total terdapat 1,2 miliar username dan kombinasi password yang telah dicuri, dan setengahnya adalah alamat email. Miliaran username dan password itu didapat dari 420.000 situs di seluruh dunia.

“Para hacker (Rusia) ternyata tidak hanya menyasar situs-situs milik perusahaan Amerika saja, mereka meretas semua yang bisa mereka retas, mulai dari 500 perusahaan raksasa hingga situs-situs kecil,” ujar Alex Holden, salah satu pendiri Hold Security, The New York Times (06/08).

Pada bulan Desember tahun lalu, grup hacker yang dipercaya membuat servernya di Rusia itu telah mengantongi 40 juta password kartu kredit dan 70 juta alamat lengkap dengan data penting lain seperti nomor telepon dan data pribadi pemilik kartu kredit.

Lebih lanjut, besar kemungkinan grup hacker ini tidak berkaitan dengan pemerintah Rusia. Sebab beberapa website Negeri Beruang Merah pun menjadi korban peretasan.

Uniknya, mereka tidak menjual data-data curian tersebut via online, tetapi menggunakannya untuk mengirimkan spam ke akun jejaring sosial seperti Twitter untuk mendapatkan bayaran dari kelompok lain. Namun masih terdapat kemungkinan mereka menjual data-data penting tersebut lewat ‘black market’.

Hold Security menambahkan pihaknya telah berhasil berkomunikasi dengan grup hacker tersebut. Kabarnya terdapat tak kurang dari 12 orang berusia 20 tahunan dalam grup hacker yang menjalankan operasinya dari kota kecil Rusia selatan yang diapit oleh Kazakhstan dan Mongolia.