EQUITYWORLD FUTURES – Usai diumumkannya kenaikan harga BBM oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) antrean panjang langsung mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Semarang, Jawa Tengah. Sontak, hal itu membuat para karyawan SPBU kewalahan.

Salah satu petugas SPBU di Jalan Sisingamangaraja, Gajah Mungkur, Semarang, Adi (21) menuturkan dirinya bersama rekan-rekannya kewalahan dengan antrean yang sudah terjadi sejak pukul 21.30 WIB tadi.

“Iya ini udah dari setengah sepuluh,” ucap Adi kepada merdeka.com, Senin (17/11).

Adi mengungkapkan, dirinya bersama rekan lainnya sudah dipesankan untuk bersiap-siap menghadapi kepadatan yang bakal terjadi. “Iya, dari kemarin itu sudah dibilangin pokoknya siap-siap aja kalau nanti ada antrean soalnya harga mau naik,” tuturnya.

Lantaran kepadatan yang terjadi, lanjut Adi, pihaknya terpaksa mengoperasikan delapan pompa bensin yang ada. Padahal, jika kondisi normal, di malam hari hanya beroperasi empat pompa.

“Dibukanya tadi pas jam setengah sepuluh. Setelah pengumuman pokoknya. Langsung dioperasikan semua pompa,” papar Adi.

Meski demikian, Adi memastikan bahwa stok BBM di SPBU tersebut masih cukup. “Stok mah masih cukup ini,” ucapnya.

Terkait pengamanannya, Kanit Reskrim Polsek Gajah Mungkur AKP Purwadi menuturkan pihaknya menurunkan 5 personel di setiap SPBU. “Di wilayah Gajah Mungkur ini ada 6 SPBU. Masing-masing SPBU ada sekitar 5 personel,” ucapnya.

Purwadi memperkirakan, kondisi bakal kembali normal sekitar pukul 00.00 WIB nanti. “Karena kan sudah waktunya harga naik. Jadi jam 12 tengah malam nanti pasti sudah normal,” tuturnya.