EQUITYWORLD FUTURES – Harga minyak dunia turun pada Senin (7/9/2015) waktu setempat (Selasa pagi WIB) di tengah pasar yang bergejolak, karena investor mengkhawatirkan kemungkinan kenaikan suku bunga AS.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober, turun 1,44 dollar AS menjadi 44,61 dollar AS per barrel dibandingkan dengan penutupan Jumat.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober turun 1,64 dollar AS menjadi 47,97 dollar AS pada akhir perdagangan di London.

Volume perdagangan turun karena Amerika Serikat libur Hari Buruh, mendorong membesarkan kerugian.

Semua mata tertuju pada Amerika Serikat, konsumen minyak terbesar di dunia, karena keputusan suku bunga akan mempengaruhi pasar keuangan apapun hasil dari pertemuan kebijakan Fed pada pekan depan.

Sebuah kenaikan suku bunga kemungkinan akan memperkuat greenback (dollar AS), membuat minyak yang dihargakan dalam dollar AS lebih mahal untuk pemegang mata uang lemah, sehingga merugikan permintaan dan harga.

Analis mengatakan para pedagang sedang menunggu data ekonomi global minggu ini untuk petunjuk tentang permintaan minyak mentah, dengan pasokan minyak yang berlimpah terus didorong oleh tanpa henti oleh produksi AS dan OPEC.

Pemerintah Tiongkok dijadwalkan akan merilis data bulanan perdagangan dan inflasi, serta produksi industri, investasi aset tetap dan penjualan ritel dalam beberapa hari mendatang.

Harga minyak telah berfluktuasi dalam beberapa pekan terakhir karena ketidakpastian tentang kebijakan moneter Fed serta kekhawatiran tentang pertumbuhan di Tiongkok, konsumen energi nomor satu energi dunia.

“Berlanjutnya kekhawatiran mengenai pelambatan Tiongkok adalah penyeret utama pasar minyak lebih rendah (Senin) karena konsumsi Tiongkok diperkirakan telah sanyat menurun dalam beberapa bulan terakhir,” kata, Myrto Sokou, analis senior di Sucden Financial.