EQUITYWORLD FUTURES – Harga minyak merosot di bawah 40 dollar AS per barrel pada Rabu (2/12/2015) waktu setempat, Kamis pagi WIB), di tengah berlanjutnya kekhawatiran kelebihan pasokan global menjelang pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, jatuh 1,91 dollar AS ditutup pada 39,94 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange.

Pada perdagangan London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari, turun 1,95 dollar AS menjadi 42,49 dollar AS per barrel.

Harga minyak dunia telah turun lebih dari 60 persen sejak Juni tahun lalu karena pasokan tinggi, pertumbuhan permintaan lemah dan dollar yang kuat.

Pemicu untuk kemerosotan terbaru adalah data resmi yang menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah komersial AS naik 1,2 juta barrel pada pekan lalu.

Sementara itu, para analis memperkirakan OPEC akan mempertahankan target produksi minyak harian pada 30 juta barrel. Kartel yang beranggotakan 12 negara dari Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin ini memproduksi sekitar sepertiga dari minyak mentah dunia.

“Saya tidak senang dengan harga minyak,” Menteri Perminyakan Irak Adil Abd Al-Mahdi mengatakan kepada wartawan setibanya di Vienna.

Namun dia memperingatkan bahwa tidak ada kesepakatan telah tercapai tentang produksi menjelang pertemuan pada Jumat (4/12/2015). “Kami akan menunggu dan melihat,” katanya.

Menurut survei Bloomberg, produksi OPEC pada November naik menjadi 32,12 juta barrel per hari.

Informasi saja, selain memutuskan tentang produksi, OPEC juga akan menetapkan persetujuan kembalinya Indonesia sebagai anggota.