EQUITYWORLD FUTURES – Harga minyak mentah naik pada Rabu (2/9/2015) waktu setempat (Kamis pagi WIB) setelah laporan minyak AS yang bervariasi menunjukkan peningkatan persediaan dan penurunan produksi minyak mentah.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober naik 84 sen menjadi ditutup pada 46,25 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober berakhir pada 50,50 dollar AS per barrel, meningkat 94 sen dari penutupan Selasa.

Para pedagang memperhatikan laporan mingguan minyak AS terbaru dari Departemen Energi (DoE). Persediaan minyak mentah komersial naik 4,7 juta barrel menjadi 455,4 juta barrel dalam pekan yang berakhir 28 Agustus, tinggal dekat tingkat tertinggi delapan dekade.

Peningkatan ini jauh lebih besar daripada 900.000 barel rata-rata perkiraan para ahli yang disurvei oleh Bloomberg News.

“Penumpukan tajam tak terduga mengingatkan para pedagang tentang pasokan berlebihan di AS, yang akan terus membebani harga untuk masa mendatang,” kata Fawad Razaqzada, seorang analis di Forex.com.

Persediaan di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk kontrak AS kehilangan 0,4 juta barrel menjadi 57,3 juta barrel.

Sementara itu, produksi minyak mentah AS turun 119.000 barrel menjadi 9,22 juta barrel per hari. Persediaan bensin turun 300.000 barrel menjadi 214,2 juta barrel.

“Persediaan minyak tampaknya tidak akan berkurang secara berarti dalam jangka pendek, karena tidak hanya musim mengemudi musim panas akan segera berakhir, tetapi juga ada pekerjaan pemeliharaan kilang biasa yang akan segera berlangsung, yang berarti melemahnya permintaan — terutama untuk bensin,” kata Razaqzada.

Pada perdagangan Selasa, minyak melorot tajam menghentikan reli kuat selama tiga hari, setelah data manufaktur yang lemah dari Tiongkok dan Amerika Serikat mempersuram prospek pertumbuhan permintaan di dua konsumen energi terbesar tersebut.

Peningkatan pasokan dan pertumbuhan permintaan lesu telah memicu penurunan curam harga minyak sejak pertengahan 2014, ketika harga minyak mentah lebih dari 100 dollar AS per barrel.