EQUITYWORLD FUTURES – Harga minyak jatuh pada Rabu (5/8/2015) waktu setempat (Kamis pagi WIB), setelah laporan pemerintah AS menunjukkan kenaikan tak terduga dalam persediaan bensin dan peningkatan produksi minyak di tengah kekhawatiran kelebihan pasokan global.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, turun 59 sen ditutup pada 45,15 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan September berakhir di 49,59 dollar AS per barrel, turun 40 sen dari penutupan Selasa di Intercontinental Exchange London.

Harga minyak telah merosot selama tiga sesi berturut-turut sebelum naik moderat pada Selasa, menjelang laporan mingguan minyak bumi Departemen Energi AS (DoE).

“Pertama ada peningkatan dalam persediaan bensin dan itu menekan pasar. Ada peningkatan pada produksi minyak dalam negeri dan itu juga bearish. Saya pikir banyak orang mengharapkan untuk melihat jumlah yang lebih kecil,” kata Bob Yawger dari Mizuho Securities.

DoE mengatakan bahwa produksi AS berbalik naik (rebound) minggu lalu dari penurunan pekan sebelumnya, meningkat 52.000 barrel per hari menjadi 9,5 juta barrel per hari.

Kelebihan pasokan global, ditambah dengan pelambatan pertumbuhan ekonomi, telah menekan harga minyak menukik dari puncak harga di atas 100 dollar AS per barrel pada pertengahan 2014.