EQUITYWORLD FUTURES – Pemerintah Indonesia pernah mengajukan protes resmi terhadap pemberitaan harian the New York Times (NYT) terkait pengadaan satelit Palapa.

Harian Kompas edisi 29 Januari 1977 mengabarkan, Menteri Luar Negeri Adam Malik menyatakan bahwa Menteri Perhubungan Emil Salim telah mengajukan protes terhadap suratkabar di Amerika Serikat tersebut.

Protes sehubungan dengan berita mengenai penyuapan 40 juta dollar AS oleh Hughes Aircraft Company kepada seorang pejabat tinggi Indonesia untuk memenangkan kontrak satelit domestik Palapa.

Dalam berita NYT itu disebut tuduhan pihak General Telephone & Electronics Company terhadap perusahaan Hughes. Pihak GTE menyatakan mereka kalah dalam soal kontrak dengan Indonesia karena Hughes memakai uang suap.

Saat itu, pemberitaan dugaan suap tersebut sempat menjadi isu nasional selama beberapa hari. Bahkan sempat menjadi perhatian DPR. Presiden Soeharto pun turun tangan dengan meminta Menteri Perhubungan melakukan penelitian.

Satelit Palapa adalah nama program satelit komunikasi Indonesia. Satelit pertama Palapa A1 diluncukan pada 8 Juli 1976 dari Kennedy Space Center, Tanjung Canaveral, Florida, AS. Total ada 10 satelit Palapa yang telah diluncurkan sejak kurun waktu 1976-2009 yakni Palapa A1, A2, B1, B2, B2P, B2R, B4, C1, C2, dan D.

Hughes memenangkan kontrak pembuatan satelit hingga Palapa C2. Untuk Palapa D dibuat oleh Thales Alenis Space, Perancis. Palapa E baru akan dijadwalkan meluncur pada 2016.