Sidang paripurna pemilihan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang rencananya berlangsung, Senin (6/10) sore diprediksi bakal seru. Tak kalah serunya dengan pemilihan pimpinan DPR beberapa waktu lalu.

Dua kubu politik bakal unjuk gigi memperebutkan pimpinan MPR. Antara partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIB).

Partai-partai yang tergabung dalam KMP adalah partai pendukung pasangan Prabowo-Hatta dalam Pilpres 2014. Di antaranya; PAN, Gerindra, Golkar, PPP dan PKS. Sementara Demokrat, meski terus mengklaim sebagai penyeimbang, partai besutan SBY itu lebih condong ke KMP. Demokrat kerap rapat dengan KMP, Demokrat juga mendapat jatah wakil ketua DPR dan lainnya.

Dalam peta perebutan pimpinan MPR, Demokrat kemungkinan besar mendapatkan jatah posisi ketua MPR. Dua nama yang santer disebut bakal menduduki posisi ini adalah Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf dan Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan.

Sementara Koalisi Indonesia Hebat terdiri dari parpol pendukung Jokowi-JK di pilpres lalu seperti PDIP, Hanura, PKB, dan NasDem. Dalam pengajuan pimpinan DPR kemarin, kubu Jokowi-JK harus gigit jari lantaran tidak berhasil mengajukan paket pimpinan dan terpaksa harus merelakan pimpinan DPR disapu bersih oleh Koalisi Merah Putih.

Kubu Jokowi-JK kemarin langsung menggelar rapat konsolidasi antar ketua umum partai yang tergabung dalam KIB. Hal ini sebagai upaya untuk mendapatkan posisi pimpinan MPR yang bakal dipilih hari ini.

Ketua umum Partai NasDem Surya Paloh hadir dalam pertemuan tertutup di rumah Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Minggu (5/10). Menurutnya, Koalisi Indonesia Hebat harus mengedepankan semangat musyawarah menuju mufakat dalam menunjuk pimpinan MPR. Unsur tersebut tidak boleh dihilangkan dalam berdemokrasi.

“Muaranya jelas yaitu ketua di MPR itu dari DPD, kemudian ada empat unsur pimpinan partai, dua dari kawan-kawan kelompok Pak Prabowo dan dua dari sini (Koalisi Indonesia Hebat). Berarti sudah selesai kan komposisinya. Kalau itu pikiran dari kubu seberang,” kata Paloh.

Surya Paloh juga mengatakan bahwa saat ini, koalisi Indonesia Hebat sudah berkomunikasi dengan DPD, dan nanti dari DPD akan mengkomunikasikan kepada kubu Prabowo.

“Tidak juga kita ingin bersama-sama dengan semua kelompok concern dalam hal ini DPD. Mengedepankan musyawarah mufakat ini kan penting sekali,” imbuhnya.