EQUITYWORLD FUTURES – Menjelang separuh tahun berlalu, PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) mengaku masih berusaha bertahan. Pasalnya, pasar kendaraan niaga yang anjlok cukup dalam, seiring terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional pada semester pertama 2015.

Truk yang identik dengan kelir hijau ini mengaku masih berhasil menjual 9.159 unit periode lima bulan pertama tahun ini. Hasil ini diperoleh dari penjualan Hino Dutro di segmen truk ringan (Kategori II) 4.883 unit dan truk menengah Ranger (Kategori III) 4.276 unit.

Meski demikian, Santiko Wardoyo, Direktur Penjualan dan Promosi HMSI mengatakan, penjualan Hino turun sampai 33 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Hal ini pun diakui sebagai imbas dari beragam aspek terutama lemahnya rupiah.

“Semua sektor turun, jagankan tambang dan perkebunan, bisnis yang berbasis cunsumer good juga ikutan turun dan stuck,” ujar Santiko disela-sela acara buka puasa bersama di kantor pusat HMSI, Jakarta, Rabu (24/6/2015).

Stanly/Otomania Penjualan Hino semester awal 2015

Penurunan penjualan, diprediksi masih akan berlanjut sepanjang Ramadhan tahun ini, sesuai dengan rutinitas tahunan di Indonesia. “Kalau bulan puasa, karoseri pasti sudah ambil ancang-ancang untuk libur, pebisnis atau orang juga tahan untuk beli truk karena karoserinya libur,” ucap Santiko, menambahkan.

Pada kesempatan yang sama, meski mengalami penurunan namun Hiroo Kayanoki, Presiden Direktur HMSI mengaku, tetap berhasil memperbesar cakupan pasar di Indonesia.

“Kondisi memang belum stabil karena pertumbuhan ekonomi yang melambat, tapi Januari-Mei 2015, market share Hino meraih rekor tertinggi khsusunya untuk Dutro yang naik menjadi sebesar 18 persen,” ucap Kayanoki.

Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total pasar truk ringan (kategori II) dalam lima bulan pertama tahun ini anjlok 36,7 persen menjadi tinggal 29.577 unit dari periode sama tahun sebelumnya mencapai 46.721 unit.

Pada kategori truk menengah (kategori III), total pasar Januari-Mei 2015 juga ambles 34,7 persen tinggal 3.974 unit dari periode sama tahun sebelumnya, 6.088 unit.