EQUITYWORLD FUTURES – Pesawat AirAsia QZ 8501 yang dinyatakan hilang sejak Minggu (28/12) pagi akhirnya ditemukan. Namun tidak seperti yang diharapkan, pesawat nahas itu ditemukan dalam kondisi serpihan mengambang di perairan sekitar Pangkalanbun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Beberapa potongan pesawat sudah terindentifikasi dan ditemukan tim Basarnas. Tidak sekadar serpihan, beberapa jenazah penumpang pesawat tujuan Surabaya-Singapura itu juga ditemukan mengapung di laut.

Kondisi yang demikian membuat para keluarga histeris dan menangis sejadinya. Keluarga korban yang selama ini menunggu kabar di ruang crisis center Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur terpukul dengan kabar penemuan tersebut.

Para keluarga korban pun banyak yang menangis bahkan beberapa ada juga yang pingsan. Berikut kesedihan para keluarga korban terkait penemuan pesawat nahas itu:

1. Lihat penemuan serpihan di TV, keluarga penumpang menangis

Merdeka.com – Suasana duka dan haru begitu terasa di ruang Crisis Center Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur. Seratusan lebih keluarga penumpang AirAsia QZ 8501 tiba-tiba saling berpelukan dan menangis haru.

Hal ini terjadi setelah para keluarga penumpang menyaksikan kabar penemuan serpihan pesawat AirAsia di sekitar perairan Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Keluarga menyaksikan tayangan tersebut dari stasiun TV yang dipasang di ruang crisis center.

Pantauan merdeka.com dari celah kaca, para keluarga penumpang langsung berpelukan dan tidak sedikit yang langsung menangis ketika mendengar kabar serpihan pesawat sudah ditemukan. Mereka berharap bahwa serpihan itu bukan bagian dari AirAsia QZ 8501.

“Kita berharap itu bukan AirAsia yang kita tunggu, kita berharap keluarga tetap selamat. Saya mau ke musala dulu mau menenangkan pikiran,” ujar Dwiyanto kepada merdeka.com, Selasa (30/12). Dwiyanto adalah ayah dari Bimo Ali Wicaksono, salah satu penumpang di pesawat nahas itu.

2. AirAsia ditemukan,3 orang pingsan 2 berteriak histeris di Juanda

Suasana duka menyelimuti Posko Crisis Center AirAsia Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, pasca-menerima informasi ditemukannya bangkai Pesawat AirAsia QZ 8501, Selasa sore (30/12).

Bahkan, beberapa di antara keluarga korban menangis sejadi-jadinya dan berteriak histeris.

Mereka pun dibawa keluar dari Posko Crisis Center dan dibawa ke Posko Ante Mortem Indonesia (DVI) Polda Jawa Timur yang berada di sebelah Crisis Center.

Suara teriakan histeris itu keluar dari mulut seorang perempuan. Juga terdengar teriak maki dari seorang laki-laki kepada siapa saja yang dilihat di depannya saat dia dibawa keluar ruangan.

Tampak Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendampingi keluarga korban yang histeris tersebut. Risma memapah dan memeluk si perempuan menuju Posko DVI Polda Jawa Timur.

Dari pantauan di lapangan ada lima orang dipapah keluar, yakni tiga perempuan dan dua laki-laki. Di antara mereka, dua perempuan dan satu laki-laki nampak pingsan.

Sementara satu perempuan dan satu laki-laki menangis histeris sambil berteriak kencang sambil memaki. Belum ada konfirmasi soal peristiwa ini. Sementara gelar teleconference masih terus berlangsung.

3. Risma ikut papah keluarga korban AirAsia yang histeris di Juanda

Tangis haru hingga histeris pecah di ruang crisis center Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur saat serpihan di perairan Pangkalanbun dipastikan bagian dari AirAsia QZ 8501. Para keluarga korban yang selama ini menunggu dalam ketidakpastian akhirnya harus berduka.

Tidak sedikit keluarga korban yang menangis dan histeris. Bahkan 3 orang keluarga pingsan tak terima dengan kondisi yang menimpa keluarga mereka, penumpang AirAsia QZ 8501.

Di tengah kegaduhan dan tangisan histeris itu, seorang wanita berkerudung hitam dengan pakaian hitam juga terlihat hilir mudik. Wanita yang tak lain adalah Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini itu terlihat mengelus-elus para keluarga korban AirAsia.

“Yang sabar ya bu,” ujar Risma, Selasa (30/12).

Bahkan ketika ada seorang wanita yang terkulai lemas dan tidak sanggup berdiri, Risma juga ikut memapah wanita itu ke salah sudut ruangan. Risma dan beberapa orang lainnya menyandarkan wanita yang tampak shock itu di salah satu kursi.

Risma sendiri sejak Minggu (28/12) berkantor di Juanda. Hal ini dilakukan Risma karena sebagian besar korban AirAsia tersebut adalah warga Surabaya.

4. AirAsia ditemukan, Pemkot Surabaya siapkan 84 unit ambulans

Pesawat AirAsia 8501 yang mengalami lost contact pada Minggu (28/12) pagi lalu, berhasil ditemukan hari ini, Rabu (30/12). Pemkot Surabaya, Jawa Timur, menyiapkan 84 unit ambulance di Posko Crisis Center AirAsia Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur.

“Tidak semua ambulance berada di Juanda, namun hanya beberapa saja. Yang lainnya bersiaga di rumah sakit masing-masing, tapi siap datang kapan,” ujar salah seorang petugas Posko Pemkot Surabaya, Ashadi di lokasi Crisis Center AirAsia.

Dia merinci, 64 unit ambulance dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya, empat dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), enam unit dari Dinas Sosial, lima unit dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan lima unit lainnya dari rumah sakit swasta.

Sementara dari pantauan di lapangan, saat ini pihak AirAsia dan PT Angkasa Pura I masih menggelar teleconference dengan pihak keluarga penumpang nahas tersebut. Hal ini menyusul informasi ditemukannya serpihan-serpihan Air Asia di laut sekitar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Suasana duka menyelimuti posko yang didirikan di Terminal 2 Bandara Juanda tersebut. Dua perempuan dan satu laki-laki dari keluarga korban pingsan dan dibawa ke Posko DVI Polda Jawa Timur. Sedangkan satu perempuan dan satu laki-laki berteriak histeris, menangis dan memaki-maki.