EQUITYWORLD FUTURES – Sebuah hotel yang mengusung konsep arsitektur bangunan kolonial baru-baru ini hadir di tengah Kota Yogyakarta. Hotel tersebut bernama Indies Heritage Hotel yang berdiri di bawah jaringan hotel lokal, Rassotel.

Indies Heritage Hotel berlokasi di Jalan Prawirotaman 3, No 3 Yogyakarta. General Manager Indies Heritage Hotel, Mujono Muali mengatakan hotel ini baru saja dibuka pada bulan Desember 2015.

“Hotel ini baru dibangun dan memang dibuat baru. Ada yang bilang bangunan renovasi tapi bukan. Jadi kita bangun dengan konsep kolonial itu karena identik dengan kaca patri, teralis, sudut-sudut bangunan yang mirip dengan bangunan Belanda,” kata Mujono kepada KompasTravel di Indies Heritage Hotel, Yogyakarta, Selasa (25/2/2016).

Konsep bangunan kolonial bisa dilihat ketika melihat dan memasuki bangunan hotel. Jendela-jendela yang berukuran panjang, lantai keramik berpola, bentuk-bentuk lampu gantung antik, relief ukiran bangunan, dan bentuk jendela yang berkaca patri khas bangunan Eropa era gothic akan terlihat di sudut-sudut hotel.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Tipe kamar Deluxe di Indise Heritage Hotel, Yogyakarta. Kamari ini berukuran 23 meter persegi dan bertarif Rp 825.000 per malam.

Di sudut lantai dasar, juga terlihat mesin pemutar piringan hitam antik yakni gramaphone yang masih bisa digunakan. Selain itu, di dinding-dinding juga terdapat replika foto-foto  tempo dulu,

“Pembuatan hotel ini terinspirasi dari area Prawirotaman yang berstatus cagar budaya. Perajinnya, interiornya kita gunakan dari Jawa Tengah dan Yogyakarta yang berstatus indusri kecil,” jelasnya.

Dengan kehadiran hotel dengan konsep berbeda ini, Mujono mengaku optimis dapat meraih pasar-pasar wisatawan yang datang ke Yogyakarta untuk berlibur. Dalam pengamatannya beberapa tahun belakang, tren pembangunan hotel memiliki arah ke jenis budget hotel.

“Kalau diperhatikan teliti sekali, lima tahun terakhir, hotel-hotel berlomba-lomba membuat budget hotel. Kami memikirkan sesuatu yang berbeda atau melawan tren. Contohnya, seluruh Bogor yang punya hotel dengan konsep heritage saja hanya Hotel Salak, tidak ada yang lain. Kita akan mencoba untuk menghadirkan tema-tema kolonial  itu untuk mengambil pasar yang menyukai tema-tema itu,” papar Mujono.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Arsitektur Indies Heritage Hotel Yogyakarta

Indies Heritage Hotel memiliki total 74 kamar yang terdiri dari empat tipe kamar yakni 41 kamar Deluxe, 24 kamar Deluxe Pool View, 6 kamar Deluxe Balcony, dan 3 kamar Indies Suite.

Fasilitas kamar yang tersedia adalah 32 inchi televisi layar datar, Air Conditioner, WiFi, Tea & Coffee maker, kolam renang, restoran dan kafe, area parkir, dam juga lobby lounge di sudut kiri dari pintu masuk hotel.

Harga yang ditawarkan adalah Rp 825.000 untuk tipe Deluxe, Rp 990.000 untuk tipe Deluxe Pool View, Rp 1.150.000 untuk tipe Deluxe Balcony, dan Rp 1.500.000 untuk tipe Indies Suites. Harga tersebut telah termasuk pajak pemerintah 21 persen dan sarapan pagi untuk dua orang.

Obyek wisata yang di sekitar Indies Heritage Hotel seperti Keraton Kesultanan Yogyakarta sekitar 6,6 kilometer, Malioboro sekitar 4,1 kilometer, Candi Borobudur sekitar 43,4 kilometer, Kebun Binatang Gembira Loka 4,9 kilometer, dan Monumen Tugu sekitar 6,5 kilometer.