EQUITYWORLD FUTURES – Hotel Corinthia di Ibu Kota Tripoli, Libya, tadi malam diserang pasukan militan yang terkait dengan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). Minimal dua pria bersenjata menembaki lobi tempat para tamu menunggu, melempar granat ke resepsionis, serta meledakkan mobil di pelataran luar hotel.

Hingga berita ini dilansir sembilan orang dinyatakan tewas, puluhan lainnya luka-luka. Lima di antaranya adalah warga asing. Satu dari Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Prancis, serta dua korban tewas lainnya dari Filipina.

Stasiun Televisi Russian Today melaporkan, Rabu (28/1), penyerang diperkirakan masuk dalam jajaran korban tewas. Saksi mata melihat ada seorang militan meledakkan diri, namun keterangan ini belum terkonfirmasi.

Sejak revolusi tiga tahun lalu, Libya jarang mengalami serangan teror. Namun kehadiran sel-sel ISIS diperkirakan sudah muncul pada Oktober 2013 di Kota Derna. Intelijen setempat melaporkan para militan lokal mengaku telah berbaiat kepada Khalifah Abu Bakar al-Baghdadi, sang pemimpin besar ISIS.

Hotel yang diserang itu termasuk bintang lima di Tripoli. Corinthia kerap menjadi tempat menginap warga asing dan diplomat. Belum jelas apa agenda ISIS menyerang hotel tersebut. Akun Twitter ISIS hanya mengakui bertanggung jawab atas serangan di Tripoli tanpa menjelaskan lebih detail.

Pemerintah AS dan Prancis telah membenarkan warganya tewas dalam serangan tersebut. Korban warga Negeri Paman Sam bernama David Berry, seorang kontraktor perusahaan keamanan Crucible LLC.