EQUITYWORLD FUTURES – Swedia mengumumkan tidak akan memperpanjang kerja sama militernya dengan Arab Saudi dengan alasan kekhawatiran atas pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Arab Saudi. Dengan demikian, hubungan pertahanan antara kedua negara secara resmi dinyatakan berakhir.

“Ini akan dihentikan,” kata Perdana Menteri Stefan Loefvan saat mengumuman melalui radio publik, dilansir dari AFP, Rabu (11/3/2015).

Pengumuman ini dilakukan tak lama setelah Menteri Luar Negeri Swedia Margot Wallstroem menuduh Arab Saudi memboikot pidatonya pada pertemuan Liga Arab, Senin (9/3/2015) lalu. Wallstroem mengatakan, aksi itu dilakukan Saudi karena sikap menteri itu yang menyoroti kekhawatiran terjadinya pelanggaran HAM, setelah blogger Raef Badawi dihukum karena dituduh menghina Islam

Bagi Swedia, Arab Saudi merupakan pelanggan terbesar ketiga untuk negara non Eropa. Tahun lalu, Saudi membeli peralatan militer hingga 338 juta kroner atau setara 39 juta dollar AS.

Kesepakatan untuk perpanjangan lima tahun ke depan itu akan jatuh tempo Mei 2015. Sebelumnya, kedua negara sudah melakukan kerja sama di bidang militer sejak 2005.

Kedatangan Wallstroem dalam pertemuan Liga Arab, sebenarnya karena diundang sebagai seorang tamu kehormatan untuk pertemuan para menteri Arab. Liga Arab memuji Swedia karena mengakui Palestina pada Oktober lalu.

Wallstroem memang jarang menyinggung Arab Saudi secara terbuka. Namun, pada Januari lalu, dia mengecam perlakuan kerajaan itu terhadap blogger Raef Badawi, yang telah dijatuhi hukuman 1.000 cambukan dan 10 tahun penjara karena menghina Islam. “Kita harus memerotes apa yang mirip metode hukuman abad pertengahan,” kata dia kepada TT.