EQUITYWORLD FUTURES – Analis melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah menemukan target resistance baru, tapi masih ada ancaman koreksi.

Data pasar pada akhir pekan lalu (12/02/2016) menunjukkan, IHSG ditutup di angka 4.714,39, turun 1,29% dibandingkan hari sebelumnya.

Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan, dalam perdagangan awal pekan ini, IHSG sedang berusaha menguji level support 4.710. Level ini sangat menentukan pergerakan indeks selanjutnya.

“Pergerakan IHSG menuju level resistance 4.821 akan tercapai dengan lebih cepat,” ujar William.

Peluang melewati level support 4.710 terbilang kecil. Apalagi, menurut William, capital inflow masih terjadi.

Stabilnya rilis data ekonomi juga turut menunjang hal tersebut. Namun, pergerakan harga minyak yang selama ini cukup signifikan menggerakkan indeks, patut diwaspadai.

Dari sisi teknikal, potensi penurunan IHSG terlihat besar. Analis KDB Daewoo Heldy Arifien mengatakan, indeks yang diperdagangkan pada titik 32,33 oversold trading.

Menurut dia, hal ini mencerminkan adanya potensi kembali ke zona merah. Dia memperkirakan, IHSG hari ini bergerak di kisaran 4.690-4.765.