EQUITYWORLD FUTURES – Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksikan bergerak variatif pada perdagangan Rabu (29/4/2015). Tekanan jual pada perdagangan kemarin mulai rendah diharapkan berlanjut.

Kemarin pelaku pasar terutama pemodal lokal memanfaatkan kejatuhan harga sejumlah saham unggulan untuk mulai melakukan pembelian di akhir sesi sehingga IHSG ditutup hanya terkoreksi tipis 3,289 poin (0,06 persen) di 5.242,157, setelah terkoreksi hingga 80 poin.

Pemodal asing masih mencatatkan penjualan bersih Rp 1,8 triliun terutama di sejumlah saham perbankan unggulan. Sementara itu Wall Street tadi malam tutup bervariasi. Indeks DJIA dan S&P berhasil menguat masing-masing 0,40 persen dan 0,28 persen ditutup di 18.110,14 dan 2.114,76. Sedangkan indeks Nasdaq terkoreksi 0,10 persen di 5.055,42 terutama dipicu anjloknya saham Twitter hingga 18 persen menyusul pencapaian kinerja triwulan I-2015 yang mengecewakan.

Sentimen pasar yang menggerakan Wall Street selain dipicu pencapaian laba emiten adalah pasar juga tengah menanti  hasil The Fed Meeting yang dimulai Selasa pekan ini hingga Rabu.

Pasar berspekulasi The Fed akan kembali menunda waktu kenaikan tingkat bunganya menyusul ancaman perlambatan ekonomi global terhadap pemulihan ekonomi negara adidaya tersebut.

Riset First Asia Capital menyatakan pada perdagangan hari ini, dengan dukungan harga saham sektoral yang sudah relatif murah, pelaku pasar mulai melakukan pembelian selektif memanfaatkan isu individual yang positif. Khususnya pencapaian kinerja emiten pada tiga bulan pertama tahun ini dan beberapa agenda pembagian dividen.

IHSG pada perdagangan hari ini akan bergerak bervariasi namun berpeluang mengalami technical rebound dengan resisten saat ini di 5.290 dan support di 5.220.  Saham-saham pilihan adalah BMRI, BBNI, BBTN, INCO, BMTR, dan ELSA.