EQUITYWORLD FUTURES – Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan variatif dengan peluang melanjutkan kenaikan dalam jangka pendek. Riset First Asia Capital merekomendasikan saham-saham pilihan BMRI, ASRI, CTRA, BBCA, BBNI, JSMR dan AKRA.

Perdagangan saham kemarin didominasi aksi beli atas saham sektoral terutama yang sensitif interest rate seperti sektor perbankan. Pelaku pasar berspekulasi Bank Indonesia (BI) akan menurunkan tingkat bunganya pada paruh kedua tahun ini menyusul tekanan perlambatan ekonomi domestik.

IHSG akhirnya berhasil ditutup di level 4.850, naik 69,445 poin (1,45 persen). Kemarin BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II-2015 hanya 4,67 persen (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,72 persen.

Sepanjang paruh pertama tahun ini pertumbuhan ekonomi domestik hanya 4,7 persen. Pertumbuhan ekonomi 4,67 persen ini merupakan yang terendah sejak 2009 lalu.

Sementara Wall Street Rabu waktu setempat bergerak bergerak bervariasi. Indeks DJIA koreksi tipis 0,06 persen akibat tekanan terhadap saham Disney yang terkoreksi 9 persen lebih. Sedangkan indeks S&P dan Nasdaq masing-masing menguat 0,31 persen dan 0,67 persen. Wall Street digerakkan pencapaian laba sejumlah emiten di atas estimasi terutama laba perusahaan teknologi.

Data ekonomi AS seperti indeks ISM Non-Manufacturing Juli yang naik ke 60,3 di atas perkiraan 56,3 mengindikasikan aktivitas industri jasa negara tersebut bergerak tumbuh lebih cepat turut mengangkat rebound saham di Wall Street.

IHSG hari ini diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatannya. Namun bayangan depresiasi rupiah atas dollar AS yang telah menembus Rp 13.500 per dollar AS diperkirakan membuat penguatan terbatas. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4.830 dan resisten di 4.910.