EQUITYWORLD FUTURES – Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan, ekonomi China dan Jepang diprediksi akan menukik tajam dalam dua tahun ke depan.

Namun, pertumbuhan ekonomi Asia akan tetap kuat dan permintaan domestik akan menutupi lemahnya perdagangan global.

IMF mengatakan, pengukuran stimulus pemerintah, jatuhnya harga komoditas, dan rendahnya tingkat pengangguran akan membantu mendorong ekspansi regional.

Oleh sebab itu, IMF mendorong para pemimpin untuk melakukan reformasi. Dalam Regional Economic Outlook for Asia and the Pacific yang dirilis, IMF juga mengingatkan beberapa tantangan eksternal.

Pelemahan di negara-negara maju, lemahnya perdagangan global, dan meningkatnya volatilitas pasar keuangan global adalah beberapa tantangan yang disoroti IMF.

“Asia tetap menjadi kawasan ekonomi global yang paling dinamis. Akan tetapi, Asia tengah menghadapi tantangan yang berat dari masih lemahnya pemulihan global, melambatnya perdagangan global, dan dampak jangka pendek transisi pertumbuhan China,” jelas IMF.

Guna memperkuat resiliensi terhadap risiko-risiko global dan tetap menjadi sumber dinamisme, para pengambil kebijakan di kawasan Asia harus melakukan reformasi struktural.

Ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan ruang fiskal sekaligus mendukung permintaan.

IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Asia akan mencapai 5,3 persen tahun ini dan tahun depan. Angka ini lebih rendah dari prediksi sebelumnya, yakni 5,4 persen.

Adapun pertumbuhan ekonomi China yang merupakan ekonomi terbesar kedua dunia dan pendorong krusial pertumbuhan ekonomi dunia, diprediksi mencapai 6,5 persen tahun ini dan 6,2 persen pada 2017.

Pertumbuhan ekonomi Jepang pun diprediksi melambat oleh IMF. Menurut lembaga itu, eksportir dapat terimbas penguatan yen terhadap dollar AS dan melambatnya perdagangan dengan China.

Pertumbuhan ekonomi Jepang diprediksi hanya 0,5 persen tahun ini. IMF menyebut, biang keladi perlambatan ekonomi Jepang antara lain meningkatnya konsumsi pajak dan masalah lama seperti populasi yang kian menua dan utang yang menggunung