EQUITYWORLD FUTURES – Ancaman pihak kepolisian menindak tegas tujuh perusahaan yang bermain dalam kisruh pasokan dan harga pangan di pasaran dalam negeri, tak membuat gentar para importir sapi.

Johny Liano, Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) mengatakan, sejauh ini belum ada laporan dari anggota asosiasinya yang digeledah atau diperiksa polisi.

Ia mengklaim, 35 importir  di bawah Apfindo transparan mengelola sapi bakalan, mulai dari penggemukan, pemotongan dan penjualan. “Kami yakin polisi tidak sembarangan menyelidiki jika belum ada indikasinya,” ujar Johny kepada Kontan, Selasa (11/8/2015).

Johny berdalih, harga daging dari importir tidak sama. Setiap perusahaan punya manajemen operasional berbeda dalam menggemukkan sapi. Perbedaan operasional membedakan kualitas, berat dan harga setiap sapi yang dijual.

Ia menilai, kenaikan harga daging di pasaran dipicu tidak seimbangnya supply dan demand. “Dua faktor itu yang menentukan pembentukan harga di pasaran,” katanya.

Sebelumnya, Kapolri Badrodin Haiti bilang, ada tujuh importir pangan yang sedang diselidiki kepolisian. Sayang, ia tak menyebut namanya. “Prosedur impor akan diteliti karena ada ulah pelaku usaha yang membuat kita ketergantungan impor,” kata Badrodin.