Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) mengeluhkan sulitnya mendapatkan izin slot dan Security Clearance di Bandara Halim Perdanakusuma. Khususnya dari TNI AU.

Belum lagi, otoritas Danlanud Halim Perdanakusuma juga sudah dicabut dalam hal pemberian izin operasi. Ketua Penerbangan Berjadwal INACA Bayu Sutanto mengaku mendapat info dari staf di mabes AU atau lanud HLP. Permasalahannya adalah adanya misskomunikasi antara TNI AU dengan Kementerian Perhubungan perihal pengaturan slot berjadwal maupun charter di Halim Perdanakusuma.

“Sesuai rapat terakhir yang disetujui slot untuk berjadwal dan charter adalah 74 pergerakan per hari. Dan saat ini, info AP2 Halim Perdanakusuma baru dipakai 34,” ujarnya dalam siaran pers, Jakarta, Selasa (16/9).

Menurut dia pengurus INACA dalam hal ini diwakili oleh Ketua Penerbangan Charter – Denon Prawiraatmadja sudah berusaha untuk meminta waktu bertemu langsung dengan AsOps KSAU maupun Danlanud HLP sejak 3 pekan lalu untuk mendapatkan kejelasan masalah izin slot dan security clearance di HLP. Namun hingga saat ini belum mendapat tanggapan.

“Berharap pihak Kemenhub, Dirjen Perhubungan Udara untuk memfasilitasi penyelesaian permasalahan tersebut dengan pihak TNI AU sehingga menunjang kelancaran operasi penerbangan charter dan berjadwal di Halim Perdanakusuma,” jelas dia.