EQUITYWORLD FUTURES – Sejalan dengan meningkatnya standar hidup, permintaan akan hiburan berupa film juga meningkat. Karena itu, untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, perusahaan sinema nasional Cinemaxx berencana menambah 3.000 layar bioskopnya.

“Target kami dalam lima tahun membuka 1.000 layar dengan 150 lokasi, dan 10 tahun ke depan dengan 2.000 layar dengan 300 lokasi. Total investasi Rp 6 triliun,” kata CEO PT Cinemaxx Global Pasifik, Brian Riady, dalam jumpa pers di Hotel Arya Duta, Jakarta Pusat, Selasa (14/10/2014).

“Jika kita lihat masih ada potensi dalam lima sampai 10 tahun ke depan, masih bisa dikembangkan jadi 5.000 layar,” lanjut Brian.

Brian menerangkan, Cinemaxx memiliki target pasar secara nasional di Indonesia. “Target kami adalah jangkauan nasional dengan menyentuh 85 kota. Dari 85 kota ini, kami ingin menyentuh virgin market cinema (lingkungan masyarakat yang belum tersentuh bioskop),” kata Brian.

Untuk saat ini Cinemaxx sudah menggelar 16 layar bioskop di Indonesia. “Kami sudah memiliki dua lokasi di Jakarta, yaitu di Semanggi tiga layar dan FX Senayan lima layar. Di Sumatera, tepatnya di Palembang Icon Mall, ada delapan layar,” kata Brian.

“Dalam enam bulan ke depan kami akan buka di Ponorogo, Manado, Medan, Denpasar, Tangerang, Kendari, Bekasi, dan Yogyakarta,” tambahnya.

Brian optimistis Cinemaxx akan diterima masyarakat Indonesia. “Kami semua di Cinemaxx merasa gembira karena Cinemaxx dinamis untuk industri film Indonesia. Dalam lima sampai 10 tahun ke depan akan ada gebrakan dan kami ikut andil dalam gebrakan itu. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia, kami yakin Indonesia akan bertumbuh kuat,” papar Brian.