Indonesia memiliki beragam jenis kopi khas sesuai daerah masing-masing. Mulai dari kopi Lampung, kopi Aceh hingga kopi Luwak yang sudah tak asing lagi.

Selain jenis Robusta dan Arabica, Indonesia berpeluang menjadi rujukan baru kopi dunia dengan andalannya Kopi Luwak dan kopi tubruk.

Untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat kopi dunia, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata serta Ekonomi Kreatif merasa perlu mempromosikan beragam jenis kopi khas Indonesia melalui Indonesian Coffee Festival.

“Kami akan mengajak para konsumen dan pelaku industri perkopian Internasional untuk berpetualang sajian kopi Indonesia,” ujar Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, di Jakarta, Kamis (14/8).

Bayu menargetkan menggandeng 100 pembeli utama perkopian Internasional. Di antaranya Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Jepang, Italia, Spanyol, Kanada, Belgia, Inggris dan Belanda.

Pihaknya merasa perlu menciptakan hubungan saling menguntungkan antara industri kopi dari hulu hingga hilir. “Yaitu antara petani, pedagang, produsen, eksportir dan importir kopi yang nantinya diharapkan akan menambah nilai kopi Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan pelaku industri kopi dalam negeri,” papar Bayu.

Untuk di dalam negeri, konsumsi kopi terus meningkat. Rata-rata 6-8 persen per tahun.

“Saat ini konsumsi kopi domestik diprediksi mencapai 300.000 ton per tahun dan ini merupakan peluang cukup besar bagi produsen dalam negeri,