EQUITYWORLD FUTURES – Pemerintah tengah mendorong pembangunanperumahan. Selain karena angka kekurangan rumah (backlog) yang tinggi, pembangunan juga perlu ditingkatkan karena melibatkan banyak industri.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengadakan pameran properti yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), selama 13-21 Agustus 2016 lalu.

“Pada saat pameran properti BTN kemarin, transaksi yang dibukukan senilai Rp 5,3 triliun untuk 13.000 rumah,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, di Sentraland Bekasi, Senin (22/8/2016).

Ia menjelaskan, industri atau kegiatan ekonomi yang menyertai properti tidak hanya sebelum pembangunan dilakukan, tetapi juga setelahnya.

Sebelum pembangunan, kegiatan ekonomi terkait misalnya, pembelian semen, paku, papan, dan bahan-bahan bangunan lainnya.

Sementara setelah pembangunan selesai, kegiatan ekonomi selanjutnya adalah pembelian furnitur dan barang-barang elektronik.

“Saya kira ini menggerakkan ekonomi kita semua, khususnya untuk MBR (masyarakat berpenghasilan rendah),” tutur Basuki.

EQUITYWORLD FUTURES : Angka ini terhitung melampaui target karena sebelumnya nilai transaksi ditargetkan Rp 4 triliun. Menurut Basuki, hal tersebut merupakan indikasi positif pertumbuhan industri properti.

Ia menjelaskan, industri atau kegiatan ekonomi yang menyertai properti tidak hanya sebelum pembangunan dilakukan, tetapi juga setelahnya.

Sebelum pembangunan, kegiatan ekonomi terkait misalnya, pembelian semen, paku, papan, dan bahan-bahan bangunan lainnya.

Sementara setelah pembangunan selesai, kegiatan ekonomi selanjutnya adalah pembelian furnitur dan barang-barang elektronik.

“Saya kira ini menggerakkan ekonomi kita semua, khususnya untuk MBR (masyarakat berpenghasilan rendah),” tutur Basuki. – Equity world Futures