Tingginya populasi penduduk Indonesia, belum mendorong peningkatan daya saing di sektor ketenagakerjaan. Minimnya akses infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia, bikin produktivitas masyarakat masih kalah dengan penduduk Singapura.

Sekretaris Jenderal Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Abdul Wahab Bankona menuturkan, Indonesia boleh berbangga diri karena dari sisi konteks teknologi serta keterampilan dalam negeri cukup dipandang oleh negara luar.

“Kalau lihat dari faktanya, konteks output yang ada dari sisi teknologi kita cukup menguasai. Dari yang sederhana sampai pesawat terbang bisa kita buat. Kemudian konteks kompetisi-kompetisi contohnya keterampilan di ASEAN lalu kita juara umum,” kata Wahab di Hotel Sari Pan Pasifik, Jakarta Pusat, Rabu (24/9).

Tetapi, Indonesia masih belum dapat memaksimalkan jutaan jiwa penduduknya. Padahal, jumlah penduduk yang kompeten bisa lebih tinggi dibandingkan negara Asia Tenggara. “Umpamanya yang kompeten itu 10 persen artinya 24 juta penduduk itu jauh lebih banyak dari seluruh penduduk Singapura, Kamboja dan lain-lain.”

Dia menegaskan, kondisi infrastruktur yang buruk, berimbas pada kualitas produktivitas masyarakat Indonesia. Infrastruktur bagus, hanya ada di sebagian kecil wilayah Indonesia. Sisanya ketinggalan terutama di pulau-pulau terpencil. “Bagaimana meningkatkan kualitas ini sehingga jangan hanya di tempat tertentu,” katanya.