EQUITYWORLD FUTURES – Kemudahan transportasi yakni maskapai penerbangan dan biaya wisata yang murah menjadi alasan tingginya kunjungan wisatawan Australia Barat (Western Australia) ke Indonesia khususnya Bali.

Jadwal penerbangan yang padat setiap hari menuju Bali sangat memudahkan wisatawan asal Western Australia berwisata ke Bali.

“Kita pikir paling banyak ke Bali karena gampang (penerbangan). Penerbangan disediakan oleh Garuda, JetStar, Air Asia, Garuda Indonesia, Virgin Australia, dan Qantas,” kata Kepala Negara Bagian (Premier) Western Australia, Colin Barnett saat diskusi terbatas dengan wartawan di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Colin mengatakan Garuda Indonesia bahkan menyediakan empat kali penerbangan menuju Australia dalam jadwal keberangkatan pada satu hari.

Wisatawan asal Australia Barat cukup menempuh perjalanan lewat udara selama empat jam menuju Bali.

“Untuk biaya juga jadi alasan wisata ke Indonesia. Kalau bawa uang 2.000 dollar Australia sudah bisa mewah di Bali,” lanjut Colin.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Kunjungan wisatawan di obyek wisata Pura Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (26/6/2015).

Jika dibandingkan berwisata ke Perth, menurut Colin, uang tersebut tak banyak berguna untuk berwisata. Oleh karena itu, para wisatawan asal Australia Barat lebih tertarik berwisata ke Bali.

Sebelumnya, sebanyak 365.000 wisatawan asal Australia Barat berwisata ke Indonesia khususnya Bali pada periode bulan Juni 2014-Juni 2015.

Hal tersebut, menurut Colin, sangat mengejutkan dibandingkan kunjungan wisatawan asal Indonesia ke Australia Barat yakni 27.000 orang.

Australia Barat adalah negara bagian yang mencakup sepertiga luas Benua Australia. Australia Barat berbatasan dengan Samudera Hindia di sebelah utara dan barat, Teluk Australia Besar dan Laut Selatan di sebelah selatan, wilayah Northern Territory di timur laut, dan negara bagian Australia Selatan di bagian tenggara.