EQUITYWORLD FUTURES – Penyebab pasti kematian Kepala Seksi Pelayanan Bandara Sentani Jayapura Yohanes Susilo saat mengikuti Diklat Pembangunan Karakter dan Kesemaptaan Aparatur Kementerian Perhubungan di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir, Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (26/5/2016) masih belum diketahui.

Pihak RSUD dr R Soedarsono hanya melakukan otopsi luar. Hasilnya tidak ditemukan kekerasan fisik pada korban. Sementara dokter tidak melakukan otopsi dalam karena keluarga korban tidak berkenan.

Ras Burhani, rekan Yohanes selama pelatihan menceritakan, malam sebelum meninggal, korban mengikuti kegiatan jurit malam. Satu per satu peserta digiring ke tempat yang sepi. Kegiatan tersebut selesai sekitar pukul 23.00 WIB.

Lalu pada pukul 24.00 WIB, Yohanes kembali ke barak yang ditempatinya.

“Beliau tidak mengeluhkan apapun. Beliau almarhum langsung tidur,” katanya.

Sesaat sebelum tidur, Yohanes mengaku masih sanggup menjalani latihan tersebut. Tapi keesokan harinya, dia mengeluhkan sakit dan seketika kejang-kejang sesaat sebelum olahraga pagi pukul 04.15 WIB.

“Tadi pagi langsung tidak enak badan, langsung kejang-kejang,” jelas Ras Burhani.

Melihat kejadian itu, rekan Yohanes yang ada di dalam barak lantas membawa Yohanes ke puskesmas setempat. Di Puskesmas, dia sempat menjalani perawatan pernapasan.

“Tapi beliau sudah tidak ada (meninggal),” jelasnya.

Ia mengaku tidak tahu persis apakah Yohanes meninggal dalam perjalanan ke puskesmas atau di puskesmas.

Dijelaskan Ras Burhani, kegiatan itu dimulai sejak Senin (23/5/2016). Kegiatan itu diikuti oleh 223 peserta dan akan berakhir pada Sabtu (28/5/2016) nanti.