EQUITYWORLD FUTURES – Go-Jek masuk ke segmen layanan sewa mobil dengan meluncurkan layanan bertajuk “Go-Car”. Mekanismenya kurang lebih sama dengan Uber dan Grab Car yang lebih dulu hadir di Indonesia.

Untuk menemukan layanan Go-Car, pengguna harus memperbarui aplikasi Go-Jek ke versi 2.0.0 melalui Google Play Store atau Apple App Store.

Selain memperbarui antarmuka aplikasinya, Go-Jek juga memasang tarif baru untuk beberapa lini layanannya. Berikut adalaf daftar harga selengkapnya, sebagaimana tertera pada email resmi yang diterima KompasTekno, Rabu (20/4/2016).

Go-Ride (ojek motor)

Khusus untuk wilayah Jakarta, di luar jam sibuk alias “rush hour,” tarif minimum Go-Ride adalah Rp 12.000 dengan tambahan Rp 1.500 per kilometer. Pada jam sibuk, tarif minimum menjadi Rp 15.000 dengan tambahan Rp 2.000 per kilometer.

Go-Food (layanan antar makanan)

Untuk restoran yang tak bermitra dengan Go-Jek, tarif pengantaran menjadi Rp 15.000. Sementara untuk restoran yang menjalin kerja sama dibebankan tarif pengantaran Rp 5.000.

Go-Car (sewa mobil)

Tarif minimum Go-Car lebih rendah daripada Go-Ride, yakni Rp 10.000. Sementara untuk tambahan per kilometernya dikenakan biaya Rp 3.500. Go-Car belum menyematkan biaya tambahan lain saat pemesanan pada jam sibuk.

Selain tarif pembayaran di atas, antarmuka Go-Jek teranyar juga menghadirkan mekanisme pembayaran non tunai yang disebut “Go-Pay”. Pengguna bakal dapat potongan harga 20 persen untuk layanan Go-Ride dan Go-Car jika memanfaatkan fitur “Go-Pay”.

Ketentuan yang tak berubah adalah batas pengantaran maksimum hingga 25 kilometer. Baik untuk Go-Ride, Go-Car, maupun Go-Food.

Diketahui, Go-Car hadir seminggu setelah Uber meluncurkan layanan ojek online bertajuk “UberMotor”.

Hal ini seakan menunjukkan betapa ketatnya persaingan layanan transportasi berbasis aplikasi di Tanah Air. Selain Go-Car dan Uber, ada juga Grab Car yang meramaikan kompetisi di industri ini.