Ancaman virus di perangkat komunikasi mobile kini sudah menjadi hal yang berbahaya. Tidak hanya mampu merusak sistem, virus sering kali dipakai untuk mencuri uang hingga menyadap percakapan dari gadget kesayangan. Dari manakah virus tersebut berawal?

Virus smartphone pertama yang berhasil diidentifikasi adalah “Cabir” pada tahun 2004 silam. Virus ini menyerang smartphone keluaran Nokia yang berjalan dengan OS Symbian S60, seperti Nokia N-Gage, Nokia 6600, dan Nokia 6630, Phone Arena (20/08).

Meskipun diberi label ‘virus’, Cabir sejatinya software sederhana yang tidak terlalu berbahaya untuk sistem dan perangkat secara keseluruhan. Salah satu efek negatif yang muncul ketika Cabir ‘menginfeksi’ smartphone adalah sering terkurasnya daya baterai dengan cepat. Cabir akan berusaha menyebar dengan cara mengaktifkan Bluetooth untuk mencari perangkat lain yang bisa disusupi. Penggunaan Bluetooth yang tidak disadari pengguna lah yang membuat konsumsi baterai semakin boros.

Salah satu varian virus Cabir yang berbahaya adalah “Skulls”. Virus ini mampu melumpuhkan smartphone setelah berhasil masuk ke sistem. Smartphone-smartphone yang telah terkena virus Skulls hanya bisa melakukan panggilan saja. Bahkan, di beberapa kasus, Skulls bisa mengunci smartphone secara total sehingga tidak bisa digunakan sama sekali.

Contoh serangan virus Skulls

Contoh serangan virus Skulls

Oleh sebab itu, pengguna smartphone disarankan untuk tidak mengunduh dan menginstal aplikasi-aplikasi yang berasal dari pengembang yang tidak terpercaya. Jauh lebih aman mengunduh aplikasi langsung dari sumber-sumber terpercaya seperti Google Play Store, iOS App Store, atau Windows Phone App Store.