Berlimpahnya destinasi wisata pesisir serta lokasi eksotis di pelosok Nusantara tidak membuat sektor wisata bahari Indonesia unggul. “Investor asing malah yang jeli menangkap keindahan pantai dan kepulauan Indonesia,” kata Melda Kamil Ariadno, pengajar hukum internasional Universitas Indonesia, pada acara Arah Pembangunan Kelautan Indonesia 2015-2025 di Universitas Indonesia, Jumat, 30 Mei 2014.

Fakta itu ditemukan Melda berdasarkan pengalamannya mengunjungi pantai-pantai di wilayah Indonesia. “Investor asing berani berinvestasi di pulau-pulau yang terpencil namun memiliki pantai dan lanskap pulau yang mengagumkan,” ujarnya.

Meski begitu, Melda juga menangkap bahwa investor asing yang mengembangkan potensi bahari Indonesia menyimpan bahaya tersendiri. “Investor asing di pulau terpencil itu cenderung mengeksklusifkan diri dari warga sekitar, sehingga kemandirian ekonomi lokal tidak tercapai,” ujarnya.

Fenomena ini sangat problematis mengingat kontribusi sektor pariwisata bagi pendapatan nasional masih terhitung kecil dibanding potensi yang dimiliki.

“Peningkatan pendapatan dari sektor wisata bahari tidak melulu soal perbaikan infrastruktur, namun publikasi ke dunia internasional juga memegang peranan penting,”