Kolonel Israel Tomer melacak terowongan di bawah sebuah desa Palestina ketika tanah yang digali oleh tank memperlihatkan apa yang dicarinya.

Sekitar 24 jam kemudian pada Rabu (30/7), pasukannya telah membersihkan bangunan yang telah menutupi celah sedalam tiga meter memperlihatkan terowongan diperkuat beton dan bisa digunakan untuk dilewati satu orang mengenakan peralatan perang, seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (31/7).

Diperlukan waktu beberapa hari untuk memetakan jalan masuk sebanyak setengah lusin terowongan, yang salah satunya tersembunyi oleh sebuah rumah di dekatnya, kata perwira itu kepada Reuters. Namun lokasi pasti terowongan tersebut tak bisa dilaporkan berdasarkan peraturan militer.

Lalu bahan peledak dijatuhkan dan jaringan terowongan itu hancur.

Anak buah Tomer, campuran awak tank dan personel teknisi, mengawasi jalur gelap itu sambil memegang senapan, untuk berjaga-jaga kalau-kalau ada pria bersenjata yang mungkin menyerbu ke luar.

Di tempat berbeda di bagian selatan Jalur Gaza, tiga prajurit Israel tewas pada Rabu, ketika sebuah terowongan yang dipasangi perangkap yang mereka temukan meledak, kata militer Israel.

Tomer, yang merujuk kepada korban jiwa tersebut, mengatakan pasukannya menjaga jarak aman.

Dia menjelaskan militer Israel mengirim anjing untuk melacak peledak dan robot yang mengirim kembali gambar video. Malalui gambar itu, jalur tersebut dapat diketahui.